SIKKA, Mutiara-Timur.com – Menyambut perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Sikka menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 di halaman Mapolres Sikka, Kamis pagi, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan aparat keamanan dalam mengawal arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Sikka.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Sikka Bambang Supeno serta diikuti unsur TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pengecekan kesiapan personel, perlengkapan, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan pengamanan berjalan optimal.
Kapolres Sikka menegaskan bahwa Operasi Ketupat Turangga merupakan agenda pengamanan tahunan yang digelar serentak oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk menjaga stabilitas keamanan selama masa libur Idulfitri.
Operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus utamanya adalah memastikan kelancaran arus transportasi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Di tingkat provinsi, sebanyak 3.068 personel dikerahkan dalam operasi ini. Jumlah tersebut terdiri dari 1.144 anggota Polri serta 1.924 personel dari unsur TNI dan instansi terkait yang akan bertugas di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, seperti 14 bandara, 38 pelabuhan, dan 28 terminal yang diperkirakan akan dipadati pemudik. Selain itu, aparat juga meningkatkan pengawasan di 56 pusat perbelanjaan serta 153 destinasi wisata yang kerap mengalami lonjakan kunjungan selama masa libur Lebaran.
Untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan, kepolisian menyiapkan berbagai pos pelayanan yang terdiri dari 91 pos pengamanan, 38 pos pelayanan, 27 pos terpadu, serta 26 pos tambahan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur transportasi dan pusat keramaian, tetapi juga pada pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri. Aparat mencatat setidaknya 201 masjid dengan estimasi 91.386 jamaah, serta 48 lapangan terbuka yang diperkirakan akan dihadiri sekitar 123.600 jamaah.
Dalam operasi ini, seluruh personel diminta mengedepankan langkah pencegahan dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan. Potensi gangguan seperti pencurian, balap liar, maupun konflik antarwarga menjadi perhatian khusus aparat selama masa libur panjang.
Kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika guna mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi aktivitas transportasi laut dan udara di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Di tengah dinamika global yang mempengaruhi stabilitas energi dunia, kepolisian memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Nusa Tenggara Timur tetap aman dan terkendali. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi energi tetap stabil selama masa mudik Lebaran.
Melalui Operasi Ketupat Turangga 2026, aparat keamanan berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan lancar serta merayakan Idulfitri bersama keluarga dalam suasana yang tertib dan kondusif. **go

