30 Perempuan SaFaNa Ikuti Pelatihan Hilirisasi Produk, Dukung UMKM dan Program OCOP NTT

KUPANG – Sebanyak 30 perempuan SaFaNa mengikuti Pelatihan Hilirisasi Produk yang digelar Sabtu, 21 Februari 2026, di Aula Paroki Paroki Sancta Familia Sikumana. Kegiatan ini meliputi pelatihan pengolahan dan pengemasan bakso ikan, abon ikan, nugget ikan, hingga keripik pisang aneka rasa.

Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT bersama Dewan Pastoral Paroki Sancta Familia Sikumana, khususnya Seksi Pemberdayaan Ekonomi, Pemberdayaan Perempuan dan Orang Muda Katolik (OMK).

Kepala Dinas PMPTSP Provinsi NTT, Alexander Koroh, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

“NTT memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi perlu diperkuat dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan pegiat UMKM agar berdampak pada penguatan ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini mendukung program unggulan Gubernur NTT Melki Laka Lena melalui konsep One Community One Product (OCOP). Produk UMKM hasil pelatihan direncanakan akan dipasarkan melalui jaringan NTT Mart.

Program pemerintah ini dinilai selaras dengan Pastoral Empat R yang diusung Paroki Sancta Familia Sikumana, yakni Mimbar, Altar, Pasar dan Dapur.

Pastor Paroki, Sebast Wadjang, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini adalah berkat yang harus memberi dampak luas bagi umat.

“Ketekunan, keuletan, ketabahan dan harapan harus menjadi prinsip utama dalam menjalankan usaha. Berkat ini tidak boleh berhenti di keluarga, tetapi harus berdampak bagi umat paroki,” pesannya.

Sementara itu, Kanis Kusi selaku penanggung jawab Seksi Pemberdayaan Ekonomi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi rencana kerja Dewan Pastoral Paroki untuk memperkuat dimensi Pasar dan Dapur dalam Pastoral Empat R.

“Jika ekonomi rumah tangga umat kuat, maka kehidupan Mimbar dan Altar akan tertopang. Inilah wujud nyata DPP membawa Mimbar dan Altar ke Pasar dan Dapur,” ujarnya.

Ketua Seksi Kepemudaan, Gabriel Janu, menambahkan bahwa pelatihan ini juga mendorong Orang Muda Katolik agar memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Salah satu peserta, Maria Elda Tauk, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap hasil pelatihan bisa diimplementasikan melalui penjualan rutin setiap Minggu di Pasar Mingguan SaFaNa.

“Kami berobsesi menciptakan produk dengan branding SaFaNa dan berharap difasilitasi untuk bersaing di NTT Mart,” ungkapnya.

Pelatihan ini menjadi langkah konkret pemberdayaan perempuan dan OMK dalam mendorong hilirisasi produk lokal berbasis potensi sumber daya alam NTT, sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga umat di Paroki Sancta Familia Sikumana. **gsa



Iklan

Iklan