Natal Bersama IKBR dan Pengukuhan Pengurus Baru 2026–2028: Bersatu, Bangkit, dan Bergerak Bersama Orang Riung

Kupang — Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Riung (IKBR) menggelar Natal Bersama sekaligus Pengukuhan Pengurus Baru Periode 2026–2028 dalam suasana penuh kekeluargaan, iman, dan komitmen kebersamaan di Aula Koperasi Solidaritas Kupang, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang menjadi fondasi spiritual bagi perjalanan organisasi ke depan.

Dalam kotbah Natal bersama, P. Flavi Go'a, OCD yang didampingi rekanan imam P. Berto Bolong, OCD dan P. Aris Mada, SVD menekankan pentingnya sikap bersyukur dalam setiap pengalaman hidup, baik suka maupun duka. Bersyukur dinilai sebagai sikap iman yang relevan untuk menatap masa depan.

“Bersyukur adalah nada yang paling pas untuk kita ucapkan dalam menyongsong tahun 2026, dalam situasi dan kondisi apa pun,” tegasnya.

Ketua IKBR periode 2024–2026, Bruno Paskalis Silionang, menyampaikan berbagai capaian kegiatan IKBR di antaranya:

Pendampingan 21 keluarga duka anggota IKBR, Kontribusi dana cukup  fantastis untuk kegiatan pentas budaya Larik dan keterlibatan aktif IKBR dalam berbagai agenda Ikatan Keluarga Ngada (IKADA).

Bruno menegaskan bahwa kekuatan paguyuban terletak pada solidaritas dan partisipasi aktif anggota.

Ia juga mengatakan pengukuhan pengurus baru menjadi momentum harapan baru dan menekankan, bahwa organisasi hanya dapat berjalan baik jika dilandasi persatuan, kebersamaan, dan kemauan untuk saling mendengar.

Sejumlah pesan penting mengemuka: Tingkatkan partisipasi anggota dalam setiap kegiatan, jadilah pribadi yang mau memperbaiki kesalahan dan berubah demi kebersamaan, masalah organisasi harus diselesaikan dengan duduk bersama dan dialog terbuka.

Ketua IKBR terpilih periode 2026–2028, Dr. Silvester Tena, menyampaikan terima kasih kepada para tokoh Riung yang selama ini menjadi pilar organisasi, antara lain Frans Dima Lendes, Bruno Paskalis, Leo Lela, Crilus Sungga, Ambros Kamilus, Anwar Gemar, Kristo Blasin, Herman Da'E dan sejumlah nama orangtua IKBR yang hadir pada acara tersebut.

Terima kasih juga disampaikan kepada P. Flavi Go'a, P. Berto Bolong, P. Aris Mada yang telah hadir dan merayakan Ekaristi Kudus; serta kepada Ketua IKADA Dr. Sipri Radho. IKADA adalah rumah besar atau payung paguyuban bagi orang Ngada di Kupang.

Dengan menganalogikan organisasi  sosial, paguyuban bagaikan kawanan burung terbang selalu bersama tidak mengandalkan sayapnya sendiri. 

Silvester Tena mengatakan, bahwa organisasi IKBR akan lebih hidup dan diandalkan jika harus seperti burung yang terbang tinggi bukan andalkan sayap' sendiri, tapi selalu bersama kawanan yang lain. 

"IKBR bisa hidup dan berjalan baik, bila kita terbang bersama, bangkit bersama, dan bergerak bersama”, ujarnya.

Silvester Tena juga menegaskan komitmennya untuk menghidupkan organisasi  IKBR melaluinya kegiatan yang bisa menjawabi kebutuhan seluruh anggota dengan prioritas yang terukur. 

"Dalam waktu dekat, kita Pengurus rapat bersama untuk merancang program kerja IKBR dengan prioritas yang bisa dilakukan secara sederhana namun terukur," ungkapnya.

 Ketua IKBR ini juga menyoroti pentingnya: Simbol khusus budaya Riung dalam peristiwa duka, Semangat kebersamaan dalam peristiwa suka, Penguatan Koperasi Sa'nai sebagai potensi ekonomi bersama orang Riung.

“Aset koperasi kita sudah mencapai Rp. 2 miliar. Harapan kami, seluruh orang Riung bergabung menjadi anggota koperasi Sanai,” ujarnya.

Ketua IKADA, Dr. Sipri Radho, atas nama keluarga besar IKADA menyampaikan proficiat kepada Silvester Tena serta apresiasi kepada Bruno Paskalis atas kontribusinya selama ini.

Ia mengingatkan bahwa mengurus paguyuban, organisasi sosial membutuhkan pengorbanan tenaga, waktu, dan biaya, serta keberanian membuat terobosan, walau ada kritik dan beda pandangan.

“Pengurus harus siap menerima kritik, terutama dari internal, dan tidak mudah tersulut emosi,” pesannya.

Ketua Penasehat IKBR, Frans Dima Lendes, mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran generasi muda dan anak cucu Riung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa orang Riung memiliki persatuan yang luar biasa, terbukti dari kesuksesan pentas seni budaya Larik dalam wadah IKADA.

Sebagai wujud nyata solidaritas, Frans Lendes sesepuh IKBR mengusulkan: Iuran Rp10.000 per keluarga untuk dana kemanusiaan, solidaritas kedukaan.

Mengakhiri pesan dan nasehatnya, Frans Dima Lendes menegaskan, “IKBR sudah berjalan baik. Tinggal kita teruskan, hidupkan, dan rawat bersama."

Natal Bersama dan Pengukuhan Pengurus Baru IKBR ini menjadi penanda kuat bahwa kebersamaan, iman, dan solidaritas tetap menjadi fondasi utama orang Riung dalam membangun paguyuban yang berdaya, peduli, dan berkelanjutan. * go




Iklan

Iklan