Scroll untuk melanjutkan membaca
BREAKING NEWS
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • APBD Kota Kupang 2026
  • Belanja Daerah Kota Kupang
  • DPRD Kota Kupang
  • Fraksi DPRD Kota Kupang
  • KUA PPAS 2026 Kota Kupang
  • Pendapatan Daerah Kota Kupang
  • Wali Kota Kupang Christian Widodo

Rancangan KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Kupang, NTT — Enam fraksi DPRD Kota Kupang melayangkan kritik dan catatan penting terhadap rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara ( KUA-PPAS) tahun 2026 yang dinilai masih menghadapi tekanan fiskal cukup berat. Pemerintah Kota Kupang pun memberikan tanggapan resmi melalui Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan bahwa masukan fraksi menjadi pedoman untuk menata ulang arah pembangunan di tengah menurunnya pendapatan daerah.

 “Prioritas pemerintah tetap pada pemenuhan pelayanan publik dasar. Tekanan fiskal tidak boleh mengganggu kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota.

Gerindra: Posyandu, Sampah dan Lampu Jalan Disorot

Fraksi Gerindra menyoroti sejumlah layanan kelurahan yang dinilai masih lemah, terutama Posyandu dan kebersihan kota. Menanggapi itu, Pemkot memastikan: Evaluasi anggaran lurah disiapkan pada 2025, Peningkatan kualitas Posyandu dan insentif kader tetap jalan di 2026, Penerangan jalan ditingkatkan secara bertahap, dengan eskalasi program pada 2027

NasDem: Pendapatan Turun, PAD Perlu Lebih Realistis

NasDem mengingatkan bahwa pendapatan daerah turun drastis Rp182,7 miliar. Wali Kota menyebut penyesuaian TKD dari pusat menjadi penyebab utama.

Untuk menutup potensi defisit, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi seperti: Mendorong pendanaan kementerian, Kolaborasi CSR dan skema KPBU, Validasi ulang target PAD, Pemanfaatan SiLPA sebesar Rp55 miliar.

PDI Perjuangan: SDM, Kesehatan dan Infrastruktur Utama

PDI Perjuangan menuntut agar anggaran lebih menyentuh kepentingan rakyat kecil. Pemkot memastikan fokus pada: Penurunan stunting dan gizi buruk (Rp98,4 miliar), Infrastruktur dan lingkungan hidup (Rp246,53 miliar), Peningkatan SDM tenaga profesional (Rp1,8 miliar), Masalah air bersih, HIV/AIDS hingga lampu jalan juga tetap menjadi perhatian.

PKB: Pembiayaan Naik Tajam

Fraksi PKB mempertanyakan kenaikan pembiayaan daerah hingga 2.650%. Pemkot menjelaskan angka itu berasal dari pemanfaatan SiLPA Rp55 miliar untuk memastikan: Proyek jalan tetap berjalan, Penanganan longsor dan genangan tidak terhambat, BBM nelayan tepat sasaran.

“Bukan pengurangan layanan, tapi penghematan agar lebih tepat sasaran,” tegas Pemkot.

Golkar: Belanja Pegawai Masih Dominan

Golkar menilai dominasi belanja operasional yang mencapai 89,89% masih mengkhawatirkan dibandingkan belanja modal yang hanya 9,74%.

Pemkot berjanji merampingkan anggaran tidak prioritas, tanpa mengurangi TPP ASN agar pelayanan publik tetap maksimal.

PAN: Infrastruktur Dasar dan UMKM Tidak Boleh Tersendat

PAN meminta dukungan untuk UMKM dan pengelolaan sampah. Pemerintah memastikan: Layanan persampahan tetap berjalan, PAD retribusi sampah dioptimalisasi, KPBU dan hibah lingkungan menjadi pendukung, UMKM didukung digitalisasi dan akses modal, Program beasiswa, layanan kesehatan gratis berbasis NIK serta penurunan stunting terus dilanjutkan.

Demokrat: Infrastruktur Pemukiman Mendesak

Demokrat menekan agar masalah pemukiman rakyat ditangani, terutama: Jalan setapak dan drainase rawan banjir, Infrastruktur pasca badai Seroja, Penanganan rabies dan ketersediaan ARV, Program Makan Bergizi Gratis diminta memberi manfaat ekonomi bagi petani, nelayan, dan peternak lokal.

Hanura–Perindo–PSI: Air Bersih dan Jembatan Dipercepat

Kelangkaan air bersih di wilayah pinggiran dan akses antar-kampung menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Usulan prioritas antara lain: Penerangan dan akses jalan Fatubesi, Tembok penahan dan drainase Airmata, Jembatan Airmata–Fontein, Perluasan jaringan PDAM

Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Aman

Di penghujung tanggapannya, Wali Kota menegaskan bahwa seluruh kritik fraksi akan diakomodasi sesuai urgensi dan kemampuan anggaran.

“Kami pastikan pelayanan dasar tidak terganggu meski pendapatan menurun. Pemerintah akan tetap bekerja untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.”

Sidang pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menyempurnakan KUA–PPAS sebelum disahkan menjadi APBD 2026. *go





Baca Juga
Tag:
  • APBD Kota Kupang 2026
  • Belanja Daerah Kota Kupang
  • DPRD Kota Kupang
  • Fraksi DPRD Kota Kupang
  • KUA PPAS 2026 Kota Kupang
  • Pendapatan Daerah Kota Kupang
  • Wali Kota Kupang Christian Widodo
Bagikan:
Berita Terkait
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
Berita Terbaru
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
  • Rancangan  KUA - PPAS 2026 Kota Kupang Dikritisi Enam Fraksi, Wali Kota Jawab Soal Posyandu, Infrastruktur, Sampah hingga Defisit
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • 12 Guru Nuba Arat Tuntut Kepsek Diganti, Duka Kematian Rekan Picu Mogok KBM

  • Guru Nuba Arat Segel Ruang Kepsek, Tegangan Konflik Kian Memanas

  • Dosen Undana Satu-satunya Wakil Indonesia Ikuti Diklat Panas Bumi di New Zealand Slug:

  • Melki Laka Lena Tegaskan MBG Bukan Sekadar Bantuan, Program Gizi Gratis Dongkrak Ekonomi NTT

  • Fraksi PERSATUAN Hanura Setuju Perubahan Bentuk Hukum PT BPD NTT Jadi Perseroda, Tapi Punya Catatan

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.