Proyek Irigasi Rp18 Miliar Siap Garap 14 Lokasi di NTT

Proyek irigasi Rp18 miliar siap menggarap 14 lokasi di NTT. Pekerjaan ditargetkan selesai 31 Desember 2025 untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kupang -  Program Ipnres 2 Tahun 2025 kembali menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat infrastruktur air dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran Rp18 miliar untuk pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tahap 3 pada daerah kewenangan kabupaten.

Marthen Haning, PPK Irigasi dan Rawa 3, memastikan bahwa paket rehabilitasi irigasi 2025 akan menyasar 14 lokasi yang tersebar di 7 kabupaten, dengan rincian:

Sumba Barat Daya: 1 lokasi

Ende: 1 lokasi

Ngada: 2 lokasi

Lembata: 1 lokasi

Rote Ndao: 5 lokasi

Kabupaten Kupang: 1 lokasi

TTU: 3 lokasi

Menurut Marthen, seluruh pekerjaan akan dikerjakan oleh PT Waskita Karya, dengan proses tender yang sudah dimulai pada Oktober 2025. Target penyelesaian seluruh paket ditetapkan pada 31 Desember 2025, sehingga proses mobilisasi harus berlangsung lebih cepat dari biasanya.

“Walaupun mobilisasi waktunya singkat, pergerakan seluruh jaringan sudah kita optimalkan. Contohnya, untuk Sumba Barat Daya satu lokasi itu sudah siap kontraknya, dan daerah lain juga bergerak sesuai rincian,” jelas Marthen.

Ia menegaskan bahwa rehabilitasi ini menjadi bagian penting untuk memperkuat distribusi air bagi lahan pertanian, terutama di wilayah yang selama ini terdampak musim kering panjang. Dengan jaringan irigasi yang diperbaiki, pemerintah berharap produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.

Selain itu, peningkatan infrastruktur irigasi juga diharapkan mampu mendorong efisiensi pengelolaan air, terutama untuk sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi sebagian besar masyarakat NTT.

Jika seluruh pekerjaan tuntas tepat waktu, proyek irigasi Rp18 miliar ini akan menjadi langkah besar mengoptimalkan pemanfaatan air dan memperkuat fondasi pertanian di 14 titik prioritas NTT.  *go



Iklan

Iklan