"Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan pentingnya fokus pada penanganan korban siswa SMPN 8 Kupang yang alami gejala muntah dan diare. Ia mengimbau agar publik tidak gegabah menggeneralisasi program makan bergizi gratis sebagai penyebab."
Kota Kupang — PROGRAM Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan setelah sejumlah siswa di SMP Negeri 8 Kupang mengalami gangguan kesehatan berupa muntah dan diare pada Senin pagi (22/7). Menanggapi hal itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan korban, bukan memperdebatkan asal-muasal insiden atau menggeneralisasi program makan bergizi gratis.
"Saya langsung turun ke lokasi. Saya lihat langsung kondisi anak-anak yang sedang dirawat. Penanganan medis dilakukan cepat dan sigap oleh RSUD SK Lerik, RS Mamami, dan RS Siloam. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang bekerja cepat dan tulus," ujar dr. Christian.
Ia menambahkan bahwa dalam situasi darurat seperti ini, keselamatan siswa adalah prioritas utama. "Jangan kita sibuk berdebat soal ini dari sayur atau ayam, sementara ada anak yang sedang kesakitan, lemas, bahkan harus diinfus. Tugas kita pertama adalah selamatkan nyawa," tegasnya.
Pemerintah Kota Kupang memastikan bahwa prosedur penanganan medis berjalan sesuai standar. Para siswa yang telah stabil dipulangkan, sementara yang lain masih menjalani perawatan intensif. Untuk memastikan penyebab kejadian ini, pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan darah, feses, dan anamnesa medis.
"Kita serahkan dulu pada diagnosa dokter. Jangan asal menyimpulkan keracunan tanpa hasil lab yang pasti. Kalau memang betul karena makanan, maka akan ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur sekolah,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Christian Widodo mengingatkan agar masyarakat dan media tidak tergesa-gesa menyalahkan program Makan Bergizi Gratis secara keseluruhan. "Jangan karena satu insiden, lalu kita seolah-olah menyatakan program ini buruk. Di tempat lain program ini berjalan baik. Evaluasi kita lakukan, tapi tidak dengan menggiring opini tanpa data."
Penegasan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk tetap menjalankan program pro-rakyat dengan pengawasan ketat, serta tetap mengedepankan keselamatan anak-anak di lingkungan pendidikan. *(go)