Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda

Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Jakarta, mutiara-timur.com || PEMERINTAH secara resmi menetapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen untuk barang-barang mewah, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya mempersempit kesenjangan ekonomi. Kebijakan ini diumumkan bersamaan dengan pengurangan tarif pajak lainnya yang menyasar masyarakat kelas menengah dan pelaku usaha kecil-menengah.

Barang-barang yang masuk kategori barang mewah, seperti kendaraan premium, perhiasan, dan produk fesyen berkelas, kini akan dikenai tarif lebih tinggi dari sebelumnya. Langkah ini diharapkan menekan konsumsi barang-barang mewah yang dinilai kurang berdampak pada ekonomi produktif.

Sebaliknya, pemerintah memberikan insentif berupa penurunan pajak penghasilan untuk UMKM, dari 0,5 persen menjadi 0,3 persen, serta pemotongan tarif PPN untuk kebutuhan pokok tertentu menjadi 10 persen. "Ini adalah bentuk keadilan pajak. Kami ingin masyarakat menengah ke bawah merasakan manfaatnya," ujar Menteri Keuangan dalam konferensi pers di Jakarta.

Pengamat ekonomi menilai kebijakan ini strategis di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. "Menaikkan pajak barang mewah adalah langkah progresif, namun pemerintah juga harus memastikan implementasinya tidak melemahkan sektor tertentu yang bergantung pada konsumsi kelas atas," kata Faisal Basri, ekonom senior.

Meski demikian, kebijakan ini memicu pro-kontra. Sejumlah pengusaha barang mewah menyatakan keberatan karena berpotensi mengurangi daya beli konsumen mereka. Sementara itu, kalangan masyarakat luas justru menyambut positif kebijakan ini sebagai langkah mendukung pemerataan ekonomi.

Pemerintah menargetkan kebijakan ini mulai berlaku pada kuartal pertama tahun depan, dengan sistem pengawasan yang lebih ketat untuk menghindari potensi penghindaran pajak. "Kami tidak hanya berbicara soal penerimaan negara, tetapi juga keadilan bagi seluruh rakyat," tutup Menteri Keuangan. *(usgo)





Baca Juga
Bagikan:
Berita Terkait
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
Berita Terbaru
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
  • Elite Kena Gertak: PPN 12% untuk Barang Mewah, Pajak Rakyat Berkurang
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Bocah Tujuh Tahun Rela Ikut Aksi Tanggap Darurat di Palue (Dari Rasa Penasaran, Sampai Belajar Arti Empati)

  • Ajakan Bertemu Berujung Laporan, Pria 43 Tahun Diduga Setubuhi Anak 15 Tahun di Talibura

  • Jumlah Pengungsi Gempa Flores di Posko Terpusat Samador; Pagi Lain, Malam Lain

  • "Ambil Dulu, Pemerintah Bayar Kemudian”, Dosen Hukum Unipa Soroti Mekanisme Bantuan Gempa NTT

  • Wali Kota Kupang Tempuh Jalan Berliku, Antar Langsung Rp635 Juta Bantuan untuk Korban Gempa Flores

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.