Wagub NTT: Jadi Tuan Rumah PON 2028 Butuh Persiapan Berbagi Aspek Secara Baik

Mutiara timur.com // PEKAN Olahraga Nasional (PON) adalah sebuah even pertandingan dan perlombaan di dunia olahraga yang sangat  bergensi di Indonesia. Bergensi karena melibatkan para atlet dari pelbagai cabang olahraga yang mewakili daerah Provinsi-Provinsi yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejarah mencatat sudah puluhan tahun PON ini digelar keliling Provinsi-Provinsi di Indonesia namun Provinsi  NTT maupun NTB belum pernah menjadi tuan rumah. 

Pada saat ini setelah PON XXI  Papua saban tahun kemarin pemerintah  baru melirik dan mewacanakan pesta olaraga tersebut dapat diselenggarakan di Nusa Tenggara. Niat dan Tekad untuk diselenggarakan di Nusa Tenggara akhirnya diamini untuk tahun 2028.

Pada forum Musyawarah Nasional Luar Biasa,  13 September 2022 di Jakarta kata sepakat menetapkan NTT dan NTB tuan rumah perhelatan PON tahun 2028 resmi adanya. Karena itu persiapan yang baik dari berbagai aspek sesuai kualitas standar internasional dan nasional amat diperlukan. Demikian Ketua KONI NTT, Wagub Yosef Adrianus Nae Soi di pelataran auditorium, ruang lobi gedung Sesando Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/9/22) saat jumpa pers.

“Penetapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 itu disahkan dalam acara Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2022, tanggal 13 September 2022, KONI seluruh Indonesia dengan KONI pusat yang mana Musornaslub didahului rakernas," kata Wagub Nae Soi. 

Menurut Wagub, ia bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berharap doa dan dukungan masyarakat NTT dan semua pihak agar bisa menjadi tuan rumah yang baik.

“Puji Tuhan kemarin kita sudah ditentukan menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang. Tapi ini permulaan. Kita harus mempersiapkan diri supaya kita menjadi tuan rumah yang baik, masyarakat harus ramah, manajemen yang bagus untuk menerima olahragawan-olahragawati dari seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai tuan rumah, jelasnya, tentu segera mempersiapkan akomodasi yang baik, dan juga venues (tempat-tempat-red) yang sesuai dengan standar internasional. Semua venues harus diserfikasi oleh organisasi appraisal dari dunia olahraga internasional.

Wagub Josef A. Nae Soi juga menyampaikan mengapa terlihat secara limit waktunya masih jauh tapi sekarang sudah ditetapkan daerah yang menjadi penyelenggara PON tersebut.

"Sesuai dengan peraturan pelaksanaan PON yang akan datang ditentukan dalam batasan waktu 6 tahun sebelumnya. Jadi, nggak boleh kurang dari 6 tahun. Oleh sebab itu kemarin dan puji Tuhan NTT dan NTB sudah ditetapkan kita menjadi tuan rumah PON XXII 2028,” tuturnya.

Beliau menambahkan, sebagai tuan rumah, pihaknya juga tentu mempersiapkan para atlet-atlet agar bisa berprestasi pada saat PON dan menegaskan pentingnya persiapan ketimbang mimpi besar untuk menjadi juara umum.

“Kita tidak perlu muluk-muluk, tidak usah bermimpi untuk juara umum. Tapi atlet-atlet kita bisa bertanding secara sportifitas tinggi dan bisa naikkan peringkat dari PON-PON terdahulu,” himbau Wagub Nae Soi.

Pada kesempatan ini juga Wagub NTT menyampaikan PON yang terlaksana di NTT dan NTB tahun 2028 itu pembukaannya dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, oleh karena itu sebelumnya tentu akan dilakukan persiapan atau pra-PON yang akan menjadi ukuran sebagai batu loncatan menuju PON XXII tahun 2028. 

Hadir mendampingi Wagub pada jumpa pers ini adalah wakil ketua DPRD dari Fraksi Golkar, Inche Sayuna, Penjabat Wali Kota Kupang, Goerge Hardjo dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemprov NTT, Priesilla Parera dan pejabat lainnya. *(go)

Iklan

Iklan