Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Kesehatan

Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KUPANG,MT.NET - Meninggalnya Ade Irma Kalael warga Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang telah memicuh isu di media sosial karena covid-19. Isu yang  berkembang itu bukan tanpa alasan karena yang meninggal  baru pulang dari Denpasar Bali sebagai  salah satu daerah di Indonesia terpapar covid-19.

Ade Irma Kalael termasuk berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan  meninggal pada hari Rabu (01/04) pukul 17.00 WITA, bertempat di RSU Leona Kota Kupang.
Oleh karena isu itu juga sampai di Pemerintah Daerah NTT, maka untuk menangkalnya Pemerintah NTT  mengambil langkah pembuktian, benar atau tidaknya  orang tersebut terserang covid -19 supaya dapat  diklarifikasi.
Sebelum  diklarifikasi langkah terdahulu dilakukan adalah penegasan Gubernur NTT tentang klaim pasien terkena Covid-19 melalui juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu A. Marius M.Si.

Marius dalam siaran pers Humas dan Protokol Setda Prov. NTT, yang dikelola oleh Valery Guru, melanjutkaan penegasan  Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), bahwa yang menetapkan  pasien positip Corona Virus Disease (Covid-19) adalah Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI.

“Kita tetap ambil sampel darahnya untuk diperiksa di Laboratorium di Jakarta. Karena itu, kami mau mengatakan kepada seluruh masyarakat NTT, positifnya seseorang terkena virus Corona akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan Lab di Jakarta,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Kamis (02/04).

Marius meneruskan penjelasan yang akan mengumumkan positif Corona itu bukan juru bicara Pemerintah Provinsi NTT tetapi juru bicara nasional.

“Karena Lab itu ada di Jakarta dan biasanya Laboratorium Kementerian Kesehatan itu akan melapor kepada gugus tugas pusat. Jadi mereka yang akan mengumumkan apakah seseorang itu positif atau tidak. Karena itu, kami meminta seluruh masyarakat NTT untuk tidak panik,” pinta Marius.

Dia menambahkan, “Sekali lagi, Bapak Gubernur mengimbau kita untuk tidak panik. Karena kenyataannya, pasien-pasien sejak tanggal 3 Maret 2020 lalu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga ternyata bisa sembuh. Demikian juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) bisa sembuh. Kalau kita ikuti pemberitaan media, pasien yang sudah positif Coronapun, dengan bantuan Tuhan ada yang sembuh. Jadi mari kita menjaga kesehatan kita.”

Meski masih negatif Covid-19 di Provinsi NTT, sebut Marius, masyarakat diharapkan untuk tetap siaga. “Seperti kata Bapak Gubernur, walaupun NTT masih negatif tapi kita tetap siaga, tetap waspada dengan mengikuti pedoman-pedoman yang telah disampaikan, baik oleh organisasi kesehatan dunia WHO maupun oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota di NTT,” tandas dia.

Masyarakat juga lanjut Marius, harus menghindari kerumunan, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, selalu tinggal di dalam rumah, menghindari kerumunan dimanapun, tidak masuk keluar mall, pasar untuk hal yang tidak perlu, kemudian mencuci tangan selalu dengan sabun, menyiram dengan cairan disinfektan di tempat-tempat publik atau di dalam rumah tapi jangan di badan.

Klarifikasi Pasien yang Meninggal

Pada bagian lain, Marius mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang di masyarakat melalui media social atau sosmed. Menurut dia, sebelumnya  almarhumah datang dari Denpasar-Bali bersama dengan anaknya berumur 1 tahun lalu kemudian diperiksa di Puskesas Baumata dan disitu almarhumah melapor diri bahwa almarhumah telah hamil 7 bulan.

“Tapi setelah di cek oleh bidan di Puskesmas Baumata ternyata bukan hamil 7 bulan tetapi mau melahirkan. Itu berarti 9 bulan. Karena mau melahirkan maka dirujuk ke Rumah Sakit Leona Kupang. Di Rumah Sakit Leona Kota Kupang, saat almarhumah duduk di kursi sebelum tindakan medis, almarhumah kejang-kejang dan memang saat itu suhu badannya tinggi, sangat panas. Jadi diduga almarhumah keracunan kehamilan. Jadi tidak benar informasi yang beredar di medsos bahwa almarhumah positif virus Corona,” jelas Marius.***

Baca Juga
Tag:
  • Kesehatan
Bagikan:
Berita Terkait
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
Berita Terbaru
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
  • Meninggalnya Warga Baumata Memicuh Isu Covid-19, Pemerintah Klarifikasi "Bukan"
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Kayu Tumbang di Hutan Lindung Egon Gahar Dipersoalkan, KPH Sikka: Bukan Hilang, Dijual untuk Biaya Operasional

  • Kayu Tumbang di Hutan Lindung Dijual, Dicky Soroti Risiko Hukum: Bukan Milik untuk Diperjualbelikan

  • Kayu Hutan Lindung Dijual untuk Operasional KPH, Advokat: Bisa Berujung Pidana Jika Tanpa Dasar Hukum

  • Tak Lupa Kampung Halaman, KKBM Kupang Salurkan Rp22 Juta untuk Korban Gempa Palue

  • Perkuat PERINTIS 10 Hari, Kantah Kota Kupang Gandeng Bapenda Percepat Layanan Pertanahan

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.