MAUMERE, MUTIARA-TIMUR.COM — Solidaritas keluarga besar Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia hadir untuk membantu pemulihan layanan air minum di Flores pascagempa. Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan donasi sebesar Rp214 juta kepada lima Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) yang terdampak gempa Flores.
Penyerahan bantuan dilakukan di Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan solidaritas dari Perumda Air Minum di berbagai daerah di Indonesia melalui PERPAMSI untuk membantu sesama pengelola layanan air minum yang terdampak bencana.
Lima Perumda penerima bantuan yakni Perumda Air Minum Wae Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat, Perumda Air Minum Tirta Komodo Kabupaten Manggarai, Perumda Air Minum Kabupaten Ngada, Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Kabupaten Ende, dan Perumda Air Minum Wair Puang Kabupaten Sikka.
Sekretaris Pengurus Daerah PERPAMSI NTT, Isidorus Lilijawa, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan-perusahaan air minum di Indonesia terhadap Perumda yang sedang menghadapi dampak gempa.
Menurut Isidorus, PERPAMSI NTT dalam hal ini menjadi perpanjangan tangan Pengurus Pusat PERPAMSI untuk menyalurkan dukungan tersebut kepada Perumda terdampak di Flores.
“Ini ada wujud kepedulian yang nyata dari Perumda Air Minum seluruh Indonesia untuk berbagi. Memang nilainya tidak banyak dari setiap Perumda, tetapi ini bukan soal nilai,” kata Isidorus.
Ia menegaskan, makna utama dari bantuan tersebut bukan terletak pada besarnya nominal, melainkan pada solidaritas dan keberpihakan terhadap Perumda yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Ini adalah bukti nyata dari keberpihakan dan kepedulian bagi Perumda-Perumda yang terdampak gempa Flores,” ujar Isidorus, Direktur PerumdAM Kota Kupang.
Isidorus berharap bantuan tersebut dapat menjadi semangat baru sekaligus motivasi bagi Perumda terdampak untuk terus melakukan pembenahan, khususnya terhadap jaringan pelayanan air minum yang mengalami dampak akibat gempa.
“Kita berharap bantuan ini bisa menjadi semangat baru dan juga motivasi bagi Perumda terdampak di daratan Flores untuk memperbaiki jaringan yang ada, semakin siap melayani para pelanggan dan mungkin bisa membenahi hal-hal kecil lainnya yang terkena dampak akibat gempa,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan pelayanan air minum menjadi hal penting dalam proses pemulihan pascabencana. Kerusakan jaringan maupun fasilitas pendukung harus segera dibenahi agar masyarakat kembali memperoleh pelayanan secara optimal.
Karena itu, Isidorus berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara baik oleh masing-masing Perumda sesuai kebutuhan pemulihan di lapangan. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memperbaiki kerusakan, tetapi juga memperkuat kesiapan Perumda dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan di tengah situasi pascagempa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat PERPAMSI yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi Perumda-Perumda di Flores.
“Kita juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Pusat PERPAMSI yang sudah peduli dengan situasi ini,” ungkapnya.
Isidorus menjelaskan, dana bantuan tersebut dikumpulkan dari Perumda Air Minum yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Solidaritas tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi satu Perumda turut menjadi perhatian keluarga besar pengelola air minum secara nasional.
“Yang dikumpulkan ini bersumber dari Perumda-Perumda di seluruh Indonesia dan mudah-mudahan dimanfaatkan dengan baik oleh Perumda-Perumda terdampak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah PERPAMSI NTT Jony Benny Sulaiman mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas anggota PERPAMSI setelah gempa Flores melanda pada 15 Agustus 2026.
Lebih dari 300 anggota PERPAMSI disebut ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut. Dana yang terkumpul kemudian disepakati untuk diberikan kepada lima Perumda yang terdampak gempa.
“Sekecil apa pun, itu adalah bentuk perhatian untuk kita semua,” ujar Jony.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan infrastruktur pelayanan air minum sekaligus menjadi penyemangat bagi jajaran Perumda di Flores untuk kembali membangun dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah proses pemulihan pascagempa, solidaritas antarsesama Perumda menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan layanan dasar. Bagi PERPAMSI, kepedulian tersebut menjadi pesan bahwa ketika satu daerah terdampak bencana, keluarga besar pengelola air minum di Indonesia dapat hadir untuk saling menopang.
Bantuan Rp214 juta itu akhirnya bukan sekadar angka. Di balik nominal tersebut terdapat pesan solidaritas: Perumda yang terdampak gempa Flores tidak berjalan sendiri dalam menghadapi proses pemulihan. **usgo
