SIKKA, MUTIARA TIMUR — Pemerintah Kabupaten Ende mulai mengevaluasi kinerja penerimaan daerah untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir tahun anggaran 2026.
Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Plt. Asisten Urusan Administrasi Umum bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekretaris dan kepala bidang terkait, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut melibatkan 14 OPD pengelola PAD. Pemerintah daerah membedah capaian pajak dan retribusi masing-masing OPD sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih terjadi di lapangan.
Langkah itu dilakukan dengan mempertimbangkan waktu yang tersisa sekitar empat bulan sebelum tahun anggaran 2026 berakhir. Pemerintah daerah ingin memastikan penerimaan yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan tetap bergerak sesuai target.
Salah satu perhatian dalam evaluasi tersebut adalah mekanisme penagihan di tengah kondisi masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Pemkab Ende mendorong agar penagihan dilakukan secara adaptif dan tetap memperhatikan kondisi masyarakat terdampak, namun di sisi lain penerimaan daerah harus tetap dijaga agar stabilitas fiskal tidak terganggu.
Selain mengevaluasi capaian penerimaan, pemerintah daerah juga menyiapkan kertas kerja Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang memuat tahapan perencanaan, penetapan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi penerimaan PAD.
Aset Daerah Mulai Dioptimalkan
Pemkab Ende juga melihat potensi pendapatan dari aset dan fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian antara lain kawasan Aepetu Ae Oka, destinasi Sao Ria Wisata Mini, Stadion Marilonga, pusat kuliner dan wisata Taman Pantai Kota Raja serta media informasi digital atau videotron Kota Ende.
Fasilitas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber PAD, terutama melalui pengelolaan yang lebih terukur.
Pemerintah juga mulai menyiapkan skema pengelolaan terhadap sejumlah infrastruktur yang sedang dibangun pada 2026, di antaranya Taman Kota dan Kolam Renang Daerah.
Optimalisasi aset tersebut diharapkan tidak hanya menambah penerimaan daerah, tetapi juga memastikan fasilitas publik yang dibangun dengan anggaran pemerintah dapat dimanfaatkan secara produktif.
Di tengah pemulihan pascabencana, Pemkab Ende menempatkan peningkatan PAD sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah. Strategi tersebut akan diuji dalam pelaksanaannya selama empat bulan terakhir tahun anggaran 2026. **ah
