RUTENG, NTT — Di tengah gempa susulan yang masih mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo memilih tidak sekadar mengirim bantuan. Ia datang langsung menemui masyarakat terdampak bencana untuk membawa pesan bahwa Flores tidak sendiri.
Perjalanan kemanusiaan tersebut dimulai dari Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (25/8/2026). Dari Kupang, Christian tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 15.00 WITA dan langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.
Namun perjalanan belum berakhir. Setelah dari Labuan Bajo, Wali Kota Kupang melanjutkan perjalanan darat menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai. Perjalanan yang ditempuh sekitar empat jam dengan kondisi jalan berliku itu berakhir sekitar pukul 21.00 WITA.
Meski tiba pada malam hari, Christian tidak langsung beristirahat. Ia langsung menuju Posko BPBD Kabupaten Manggarai untuk menyerahkan bantuan sekaligus menyampaikan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat setempat.
Bantuan Pemerintah Kota Kupang yang disiapkan untuk penanganan dampak gempa Flores mencapai Rp635 juta. Anggaran tersebut terdiri dari Rp500 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Kupang dan sekitar Rp135 juta yang dihimpun melalui donasi ASN serta aksi penggalangan dana yang dilakukan Christian dengan turun langsung ke ring tinju dalam laga ekshibisi di arena Pameran Pembangunan NTT.
Selain bantuan dana, Pemkot Kupang juga menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut diarahkan untuk enam kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende dan Sikka.
Christian menegaskan, keputusan mengantar langsung bantuan bukan sekadar seremoni penyaluran. Kehadirannya merupakan bentuk solidaritas sekaligus pesan persaudaraan dari masyarakat Kota Kupang untuk saudara-saudara mereka di Flores.
“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.
Menurutnya, Kota Kupang memang tidak berada di wilayah yang mengalami dampak langsung seperti sejumlah daerah di Flores. Namun penderitaan masyarakat akibat bencana tetap menjadi keprihatinan bersama.
“Saya mau antar sendiri. Saya ingin menyampaikan kepada daerah-daerah lain bahwa kalau ada saudara-saudari di Flores tidak sendirian. Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” ujarnya.
Kehadiran langsung tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah yang dikunjungi.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., menilai kehadiran Wali Kota Kupang memiliki makna yang lebih besar daripada nilai bantuan yang diberikan.
“Bagi kami, bukan soal berapa besar bantuannya. Kehadiran Pak Wali sudah lebih dari cukup sebagai tanda simpati bagi kami. Kehadiran langsung datang membawa bantuan itu luar biasa,” ujar Yulianus.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., yang menyambut langsung kedatangan Christian di Posko BPBD Kabupaten Manggarai.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Wali Kota Kupang menjadi bentuk nyata persaudaraan antardaerah di NTT.
“Jumlah bukan soal. Kehadiran ini menjadi yang paling penting. Atas nama masyarakat Manggarai, kami menyampaikan terima kasih,” kata Herybertus.
Bupati Manggarai juga menitipkan pesan kepada masyarakat Manggarai yang saat ini berada di Kota Kupang dan tengah mencemaskan kondisi keluarga mereka di kampung halaman.
Menurutnya, kedatangan Wali Kota Kupang sekaligus menjadi kabar yang dapat memberikan ketenangan bagi warga Manggarai di perantauan.
“Titip masyarakat Manggarai yang ada di Kota Kupang, yang selama ini mungkin mengkhawatirkan keadaan keluarga di Manggarai. Dengan melihat kehadiran Pak Wali, mereka bisa menjadi lebih tenang,” ujarnya.
Dalam perjalanan kemanusiaan tersebut, Wali Kota Kupang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Plt. Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, S.H.
Dari Labuan Bajo pada sore hari hingga Ruteng pada malam hari, perjalanan Christian Widodo bukan sekadar perjalanan seorang kepala daerah membawa bantuan.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut membawa pesan kuat dari Kota Kupang: ketika Flores terluka, NTT tidak tinggal diam. Flores tidak sendiri.**usgo



