KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM – Pengelolaan infrastruktur air bersih di Perumahan Bello Sejahtera resmi beralih kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.
Peralihan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Pembangunan Sehat Sejahtera dan Perumda Air Minum Kota Kupang, yang berlangsung di Kantor PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Selasa (1/9/2026).
Penandatanganan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur PT Pembangunan Sehat Sejahtera Alexander Bobby Lianto, MM, MBA, dan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM.
Selain kedua direktur, kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan dan staf dari PT Pembangunan Sehat Sejahtera dan Perumda Air Minum Kota Kupang, termasuk tim teknis, administrasi, pelayanan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengelolaan infrastruktur dan pelayanan air bersih.
Melalui kerja sama tersebut, PT Pembangunan Sehat Sejahtera menyerahkan sejumlah infrastruktur air bersih untuk dikelola Perumda Air Minum Kota Kupang, termasuk 205 sambungan rumah (SR) yang telah terpasang di kawasan Perumahan Bello Sejahtera.
Infrastruktur yang diserahkan meliputi dua unit sumur bor, dua unit pompa submersible, dua unit panel listrik, dua unit reservoir atau tandon berkapasitas 5.000 liter, jaringan perpipaan dalam kompleks perumahan, serta 205 sambungan rumah.
Developer Serahkan Pengelolaan Air kepada Perumda
Direktur PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Alexander Bobby Lianto, MM, MBA, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk memastikan pelayanan air bersih kepada konsumen di Perumahan Bello Sejahtera dapat dikelola secara lebih profesional.
Menurut Bobby, selama ini kebutuhan air bersih di kawasan tersebut telah ditunjang oleh dua sumber air yang tersedia. Secara kapasitas, sumber air tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penghuni perumahan.
“Kalau suplai airnya cukup, harusnya 24 jam itu bisa berjalan,” ujar Bobby.
Ia menjelaskan, kendala yang selama ini berpotensi mengganggu pelayanan lebih banyak berkaitan dengan persoalan teknis, seperti pemadaman listrik maupun kerusakan pompa.
“Kita sebagai developer tentu fokusnya membangun rumah dan perumahan. Pengelolaan air ini sebenarnya bukan bidang kita. Ini hanya pelayanan untuk masyarakat,” jelasnya.
Sementara Perumda Air Minum Kota Kupang, kata Bobby, memang memiliki tugas utama untuk mengelola dan melayani kebutuhan air masyarakat.
“Sedangkan Perumda Air Minum Kota Kupang memang bidangnya mengelola dan melayani air untuk masyarakat. Sehingga tentu mereka akan lebih profesional,” katanya.
Bobby menegaskan, kepentingan utama konsumen adalah mendapatkan pelayanan air yang baik dan lancar.
“Yang penting bagi konsumen adalah pelayanan ini baik, air lancar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal. Sejahtera Group masih memiliki sejumlah kawasan perumahan lain yang berpotensi dikerjasamakan dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.
Di antaranya adalah kawasan Bello Hills dan Naioni Sejahtera.
“Ini anggaplah kerja sama pertama. Kita berharap ini berjalan baik dan akan ada beberapa lokasi perumahan lainnya yang dapat kita serahkan,” ungkap Bobby.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga pengelolaan air bersih di kawasan perumahan yang dikembangkan Sejahtera Group dapat ditangani secara lebih profesional.
Perumda: 205 Sambungan Jadi Tanggung Jawab
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, menyampaikan apresiasi kepada PT Pembangunan Sehat Sejahtera dan Sejahtera Group atas kepercayaan yang diberikan kepada Perumda.
Menurut Isidorus, penyerahan 205 sambungan rumah tersebut merupakan tambahan cakupan pelayanan bagi Perumda, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan baik.
“Di satu sisi ini adalah anugerah, ini berkat buat Perumda. Tetapi di sisi lain ini adalah tanggung jawab dan tantangan,” kata Isidorus.
Ia menegaskan, setelah pengelolaan beralih kepada Perumda, pihaknya harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga Perumahan Bello Sejahtera.
“Kalau tadi kata Pak Bobby supaya lebih profesional diserahkan ke Perumda, kita harus mulai ini dengan lebih profesional,” tegasnya.
Isidorus memastikan kepercayaan tersebut akan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Pelayanan air bersih di Bello Sejahtera akan diperlakukan sebagaimana pelayanan Perumda di kawasan lainnya.
Menurutnya, kerja sama ini juga sejalan dengan upaya Perumda untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih di Kota Kupang.
Ia menegaskan, air bersih tidak boleh menjadi kebutuhan yang sulit diperoleh masyarakat.
“Air bersih itu bukan menjadi barang yang langka dan mahal di kota ini, tetapi kebutuhan dasar yang gampang diakses, mudah diakses, dan murah dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Bidik Perumahan
Isidorus juga menyambut baik rencana Sejahtera Group untuk menyerahkan pengelolaan infrastruktur air di sejumlah kawasan perumahan lainnya.
Ia mengatakan, pihak Perumda akan terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk melihat kondisi jaringan dan posisi kawasan perumahan yang akan dikerjasamakan.
Beberapa lokasi yang akan ditindaklanjuti antara lain Bello Hills dan Neoni Sejahtera.
“Kita akan pastikan setelah ini untuk mengecek langsung ke lapangan, melihat kondisi jaringan kita, apakah dekat dengan lokasi perumahan atau tidak,” jelasnya.
Jika jaringan Perumda berada dekat dengan kawasan perumahan, pihaknya akan mendorong agar dapat dilakukan koneksi langsung. Namun apabila jaringan berada cukup jauh, Perumda akan mempertimbangkan alternatif teknis lainnya.
“Prinsipnya, niat kerja sama yang sudah disampaikan Pak Bobby itu kita apresiasi dan kita syukuri. Kita akan tindak lanjuti dalam survei di lapangan,” katanya.
Pengaduan Pelanggan Jadi Perhatian
Dengan beralihnya pengelolaan kepada Perumda, mekanisme pengaduan pelanggan juga menjadi bagian penting dalam pelayanan air bersih di Bello Sejahtera.
Isidorus menjelaskan, Perumda telah memiliki bagian khusus yang menangani pengaduan pelanggan. Setiap laporan akan diterima, dikelola dan segera ditindaklanjuti.
Pengaduan dapat disampaikan melalui sejumlah saluran yang telah disiapkan Perumda, termasuk website dan media sosial.
“Ketika pengaduan langsung direspons. Kalau bisa kita selesaikan hari itu, kita selesaikan. Kalau memang masih membutuhkan waktu karena peralatan atau sarana penunjang lain, tetap kita sampaikan kepada pelanggan supaya mereka mendapatkan kepastian,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat ikut membantu Perumda dengan segera melaporkan apabila menemukan kebocoran jaringan, pipa patah atau gangguan pelayanan lainnya.
Menurut Isidorus, laporan masyarakat sangat penting agar petugas dapat segera turun ke lapangan dan mengambil tindakan.
Ia bahkan meminta seluruh petugas Perumda, baik bagian produksi, distribusi maupun kantor, untuk lebih banyak turun ke lapangan melihat kondisi jaringan secara langsung.
“Warga tidak peduli dengan segala macam urusan kita. Yang mereka mau, ketika mereka mengadu, kita selesaikan, dan mereka menikmati air,” tegas Isidorus.
Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Pelayanan
Isidorus menilai kerja sama dengan pihak pengembang seperti yang dilakukan bersama PT Pembangunan Sehat Sejahtera merupakan bentuk kolaborasi yang dapat mempercepat perluasan pelayanan air bersih di Kota Kupang.
Ia mengatakan, Perumda tidak harus berjalan sendiri untuk memperluas cakupan pelayanan.
“Kita bisa berjalan sendiri, tetapi mungkin jalannya pelan, jalan di tempat atau mungkin mundur. Tetapi kalau dengan berkolaborasi, kita tidak hanya jalan, kita bisa berlari, bahkan melompat lebih jauh,” ungkapnya.
Karena itu, Isidorus berharap kerja sama dengan Sejahtera Group tidak berhenti pada Perumahan Bello Sejahtera.
“Ini bukan yang pertama dan terakhir kali. Kami berharap sinergi ini akan terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya,” katanya.
Penandatanganan kerja sama yang dihadiri jajaran pimpinan dan staf kedua perusahaan tersebut menjadi awal pengelolaan baru infrastruktur air bersih di Perumahan Bello Sejahtera.
Dengan 205 sambungan rumah yang kini menjadi bagian dari pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang, kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan layanan air bersih yang lebih profesional, responsif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Saya sengaja tidak mencantumkan nama-nama staf lain karena dalam bahan mentah beberapa nama/jabatan terdengar kurang jelas. Ini lebih aman agar berita tidak salah menyebut identitas. **usgo





