SIKKA, MUTIARA TIMUR – Pendataan kerusakan rumah warga terdampak gempa bumi di Desa Semparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, rampung dilakukan selama lima hari.
Sebanyak 278 rumah warga tercatat dalam proses pendataan dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung di lapangan.
Pendataan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Dinas Perumahan Kabupaten Sikka, serta Dinas PUPR Kabupaten Sikka. Tim bekerja bersama Pemerintah Desa Semparong, mulai dari aparat desa, RT, kepala dusun hingga Ketua BPD.
Penjabat Kepala Desa Semparong, Muhdir, S.H., mengatakan keterlibatan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memastikan data kerusakan yang dihimpun sesuai dengan kondisi rumah warga di lapangan.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan agar setiap kerusakan dapat dicatat secara faktual berdasarkan hasil pemeriksaan langsung.
“Kolaborasi yang dilakukan bersama tim pendataan dan pemerintah desa untuk memastikan kondisi kerusakan rumah warga benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Muhdir saat diwawancarai.
Ia mengatakan proses pendataan selama lima hari berjalan tertib dan lancar. Kerja sama antara tim teknis dan pemerintah desa turut membantu proses identifikasi serta dokumentasi rumah warga terdampak.
Dari hasil pendataan tersebut, sebanyak 278 rumah telah masuk dalam data sementara warga terdampak gempa.
Data itu selanjutnya akan menjadi bahan bagi Tim Posko Penanganan Bencana Kabupaten Sikka untuk dilakukan verifikasi.
Tahap verifikasi menjadi penting karena hasil pemeriksaan akan menentukan tindak lanjut penanganan berdasarkan kondisi dan tingkat kerusakan masing-masing rumah.
Muhdir berharap proses verifikasi dapat segera dilakukan sehingga warga yang rumahnya terdampak gempa memperoleh kepastian mengenai tahapan penanganan berikutnya.
“Pendataan ini menjadi langkah awal penting untuk memastikan penanganan dan bantuan bagi warga terdampak dapat dilakukan berdasarkan data yang akurat dan kondisi nyata di lapangan,” katanya.
Dengan selesainya pendataan, Pemerintah Desa Semparong berharap data 278 rumah tersebut dapat segera diproses ke tahap berikutnya. Bagi warga terdampak, kepastian mengenai hasil verifikasi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascagempa. **ah

