SIKKA, MUTIARA TIMUR — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka bersama Pemerintah Desa Samparong bergerak cepat melakukan pendataan rumah warga yang terdampak gempa bumi.
Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah sejak Kamis, 3 September 2026, untuk memastikan kondisi 297 rumah yang sebelumnya dilaporkan terdampak dapat diverifikasi langsung di lapangan.
Proses pendataan tersebut didampingi langsung oleh Pj. Kepala Desa Samparong, Muhdir, SH, bersama aparat desa. Pemerintah desa juga memfasilitasi kehadiran petugas serta mengerahkan perangkat desa untuk mendampingi proses verifikasi.
Muhdir mengatakan, pendataan secara langsung diperlukan agar data kerusakan rumah warga benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami ingin memastikan data 297 rumah yang terdampak ini dapat dicross-check langsung di lapangan, sehingga hasilnya tepat, cepat dan akurat,” ujar Muhdir saat diwawancarai Mutiara Timur, Jumat, 4 September 2026.
Menurut dia, berdasarkan pemantauan awal, sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan dalam kategori ringan hingga sedang akibat gempa yang mengguncang wilayah tersebut pada pekan sebelumnya.
Ia menegaskan, keterlibatan pemerintah desa dalam proses pendataan merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh warga terdampak terakomodasi dalam proses verifikasi.
“Pemerintah Desa memfasilitasi petugas untuk turun ke Samparong dan mengerahkan aparat desa agar pendataan dapat berjalan dengan baik. Kami ingin memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat,” katanya.
Pendataan dari rumah ke rumah ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Pemerintah Desa Samparong memastikan proses pendataan terus dikawal agar hasil verifikasi benar-benar menggambarkan kondisi warga di lapangan dan dapat menjadi dasar penanganan pascabencana secara tepat sasaran. **ah

