Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya

Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

 



KUPANG, MUTIARA-TIMUR.COM — Pesan kuat tentang pentingnya menjaga warisan budaya disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Kota Kupang, Januar Dally, saat mewakili Wali Kota Kupang membuka Festival Budaya Tingkat Kelurahan Nunhila di Batu Kepala Beach, Senin (7/9/2026).

Di hadapan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, para ketua RT/RW, serta peserta festival, Januar mengingatkan agar generasi tua tidak lalai mewariskan pengetahuan dan keterampilan budaya kepada generasi berikutnya.

Ia bahkan melontarkan sebuah peringatan yang mengundang perhatian.

“Jangan sampai besok kalau mama-mama, oma-oma lalai mengajarkan atau menurunkan ilmu menenun kepada generasi penerusnya, anak dan cucunya, orang Sabu mesti belajar tenun dari orang lain. Itu hal yang lucu,” ujar Januar.

Menurut Januar, kebudayaan bukan hanya tarian atau pertunjukan yang ditampilkan dalam sebuah festival. Kebudayaan merupakan cara hidup yang berkembang, dimiliki bersama oleh suatu kelompok masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, pelestarian budaya harus dimulai dari keluarga dan lingkungan masyarakat. Generasi tua memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai pengetahuan, keterampilan, seni, tradisi dan nilai budaya tidak berhenti pada satu generasi.

Merajut Warisan, Merangkul Masa Depan

Januar menilai tema Festival Budaya Nunhila, “Merajut Warisan Budaya untuk Merangkul Masa Depan,” memiliki makna yang sangat kuat.

Menurutnya, merajut berarti menghubungkan dan menautkan berbagai unsur menjadi satu kesatuan yang indah. Dalam konteks budaya, merajut warisan berarti mengumpulkan, mengidentifikasi dan menginventarisasi berbagai kekayaan budaya yang diwariskan para leluhur.

“Selain melestarikan, kita perkaya supaya berkembang. Dan itu untuk menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Ia mencontohkan seni menenun sebagai salah satu warisan budaya yang harus terus dijaga. Menurutnya, keterampilan tersebut tidak boleh hanya menjadi pengetahuan generasi tua, tetapi harus diwariskan kepada anak-anak dan generasi muda.

“Saya yakin dan percaya, generasi tua akan dengan senang hati membimbing generasi muda untuk mengerti dan menguasai kegiatan-kegiatan seni budaya yang perlu diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Budaya Tak Bisa Dijaga Sendiri

Januar juga menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda hingga generasi muda harus mengambil bagian dalam menjaga budaya sekaligus menciptakan ruang agar budaya terus berkembang.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, kedamaian dan keharmonisan di tengah berbagai perbedaan.

“Hanya di dalam persatuan, hanya di dalam kebersamaan saja kita dapat mencapai hal-hal yang terbaik dalam hidup ini,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus bergandengan tangan, saling menghargai dan menghormati.

“Hidup itu penuh perbedaan. Ada laki-laki, ada perempuan, ada tinggi, ada pendek. Semuanya berpasang-pasangan. Oleh karena itu, mari bergandengan tangan, saling menghargai dan menghormati supaya persatuan dan kesatuan kita tetap kokoh,” katanya.

Apresiasi untuk Panitia dan Masyarakat Nunhila

Dalam sambutannya, Januar memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Camat, lurah, para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, aparat TNI dan Polri, Dinas Pariwisata Kota Kupang, panitia, pengisi acara, hingga masyarakat Kelurahan Nunhila.

Januar juga mengapresiasi anak-anak SD yang menyambut para tamu di lokasi kegiatan serta anak-anak kelompok bermain yang turut mempersembahkan lagu dalam pembukaan festival.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan budaya menjadi bagian penting dari proses regenerasi.

Festival Budaya Tingkat Kelurahan Nunhila berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (7/9/2026), dengan berbagai kegiatan seni dan budaya.

Di akhir sambutannya, Januar Dally secara resmi membuka Festival Budaya Tingkat Kelurahan Nunhila.

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan dan memohon restu kita semua yang hadir, Festival Budaya Tingkat Kelurahan Nunhila yang diselenggarakan mulai hari ini dan dua hari ke depan dengan resmi dinyatakan dibuka,” pungkasnya. ***usgo




Baca Juga
Tag:
  • Budaya
Bagikan:
Berita Terkait
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
Berita Terbaru
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
  • Jangan Sampai Orang Sabu Belajar Tenun dari Orang Lain, Pesan Januar Dally di Festival Nunhila
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal





Terpopuler
  • Kemenag Sikka Minta Maaf terhadap Marselinus Atapuken dan Insan Guru Agama Katolik Kabupaten Sikka

  • Karhutla Mengganas di Paser, 128,8 Hektare Lahan Terbakar: Tanah Grogot Diselimuti Kabut Asap

  • Belum Dilantik, Ketua Mandataris Vox Point Sikka Sudah Bergerak: Satu Ton Beras untuk Warga Sikka

  • PUPR Sikka Turun ke Samparong, 297 Rumah Terdampak Gempa Didata dari Pintu ke Pintu

  • 205 Sambungan Air Diserahkan ke Perumda AM Kota Kupang, Bello Sejahtera Kini Dikelola Lebih Profesional

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.