Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah
  • Kesehatan

Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Maumere – Upaya menekan angka stunting di Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, memasuki babak baru. Pemerintah Kecamatan Mapitara bersama Pemerintah Desa Egon Gahar menggelar rembuk stunting pada 6 Agustus 2026 dengan melibatkan pemerintah desa, BPD, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, kader kesehatan hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Nusa Nipa Maumere.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum membahas persoalan stunting. Rembuk itu menghasilkan komitmen bersama untuk menjalankan sejumlah rekomendasi yang sebelumnya dirumuskan mahasiswa KKN UNIPA sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting berbasis potensi desa.

Tiga rekomendasi menjadi perhatian utama. Pertama, pembentukan Kebun Gizi Desa sebagai ruang penyediaan sayur dan buah bergizi bagi masyarakat.

Kedua, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS untuk mendorong kebiasaan hidup sehat sekaligus mencegah penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Ketiga, optimalisasi pangan lokal dengan mendorong pemanfaatan umbi-umbian, sayuran dan berbagai sumber pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Rekomendasi terakhir dinilai penting karena Desa Egon Gahar memiliki sumber pangan yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat. Ubi, talas dan berbagai jenis sayuran dapat menjadi bagian dari menu keluarga tanpa harus selalu bergantung pada pangan yang dibeli dari luar desa.

Ketua BPD Desa Egon Gahar sekaligus Ketua Forum Pemerhati Anak dan Disabilitas Mapitara (FPADM), Andreas Akiles, menyatakan dukungannya terhadap rekomendasi mahasiswa KKN UNIPA tersebut.

“Ini hal yang baik. Ini adalah buah pemikiran kaum intelektual dari adik-adik mahasiswa UNIPA yang harus kita dukung dan jalankan bersama. Apalagi kita punya banyak pangan lokal seperti ubi, talas dan sayur yang bisa langsung dipakai untuk gizi anak,” ujar Andreas.

Menurut dia, penanganan stunting tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial atau sebatas dokumen perencanaan. Program harus diterjemahkan menjadi kebiasaan nyata di tingkat keluarga.

Perwakilan Camat Mapitara juga menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa KKN UNIPA serta seluruh pihak yang terlibat dalam rembuk tersebut. Pemerintah kecamatan menyatakan siap mengawal dan memfasilitasi pelaksanaan tiga rekomendasi itu agar tidak berhenti sebagai hasil pertemuan.

“Kami dari Kecamatan siap mengawal dan memfasilitasi agar tiga rekomendasi ini benar-benar dijalankan di desa. Penurunan stunting adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Dukungan juga datang dari Puskesmas Mapitara. Tenaga kesehatan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak serta memberikan pemahaman mengenai pemenuhan gizi dengan memanfaatkan pangan lokal.

Sementara itu, FPADM Mapitara menyatakan akan ikut mengawal implementasi program tersebut, terutama Kebun Gizi Desa, sosialisasi PHBS dan gerakan pemanfaatan pangan lokal agar benar-benar menyentuh keluarga yang memiliki risiko stunting.

Bagi para pemangku kepentingan di Egon Gahar, persoalan stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan. Ia berkaitan dengan pola asuh, kebersihan lingkungan, ketersediaan pangan dan kebiasaan makan keluarga.

Karena itu, keberhasilan program akan sangat bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan komitmen yang telah disepakati.

“Anak sehat adalah masa depan Mapitara. Mari kita wujudkan komitmen ini bukan hanya di atas kertas, tapi sampai ke dapur keluarga dengan bahan makanan yang ada di halaman kita sendiri,” ujar Andreas.

Rembuk stunting di Egon Gahar pun diharapkan menjadi titik awal bagi gerakan bersama yang lebih konkret. Dari kebun di halaman rumah, pangan lokal di meja makan, hingga edukasi kesehatan di tengah keluarga, upaya mencegah stunting diharapkan tumbuh sebagai gerakan masyarakat, bukan sekadar program pemerintah. **arishalilintar 



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
  • Kesehatan
Bagikan:
Berita Terkait
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
Berita Terbaru
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
  • Stunting Egon Gahar: Pemerintah Desa, Kecamatan dan BPD Sepakat Jalankan Rekomendasi KKN UNIPA gy
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Jadi Satu-satunya Perwakilan Perumda Air Minum Indonesia dalam Forum Teknologi Lingkungan di Taiwan

  • Theo Widodo Ajak Warga Ikut Senam Jantung Sehat Gratis, YJI NTT Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung

  • Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Targetkan Balik Nama Sertifikat Maksimal 10 Hari, NTT Dapat Hadiah Natal Sertifikasi Tanah

  • Ironi Pelabuhan Tenau: Taksi Online Tak Boleh Masuk, Penumpang Harus Jalan Kaki Keluar Pelabuhan

  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.