Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya
  • Pendidikan

Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:



KUPANG, Mutiara Timur – Komitmen SD Inpres Liliba Kota Kupang dalam melestarikan budaya lokal terus diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan seluruh warga sekolah. Salah satu program unggulannya adalah Sanggar Seni Aroma Santalum, wadah pembinaan seni tari tradisional yang telah melahirkan berbagai prestasi sekaligus menjadi duta budaya sekolah dalam berbagai kegiatan resmi.

Kepala SD Inpres Liliba, Yohanes Jogo Tukan, S.Pd., kepada media, Jumat (7/8/2026), mengatakan pelestarian budaya telah menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah.

Menurutnya, kecintaan terhadap budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) ditanamkan sejak dini melalui berbagai kebiasaan di lingkungan sekolah.

"Setiap hari Kamis anak-anak menyanyikan lagu-lagu daerah pada apel pagi. Selain itu, kami memiliki Sanggar Seni Aroma Santalum sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan seni tari tradisional anak-anak," ujarnya.

Yohanes menjelaskan, nama Aroma Santalum dipilih karena memiliki makna "wangi cendana", yang menjadi identitas khas Pulau Timor dan NTT. Sanggar tersebut sebenarnya telah berdiri sejak lama, namun baru memperoleh badan hukum melalui akta notaris pada tahun lalu.

Sanggar ini secara khusus membina peserta didik dalam bidang seni tari tradisional dari berbagai daerah di NTT.

Selain melalui sanggar, sekolah juga mengembangkan kecintaan terhadap budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler serta pengembangan diri di bidang seni.

Tak hanya itu, setiap hari Selasa para siswa mengenakan seragam merah putih yang dipadukan dengan selendang tenun NTT sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya daerah.

"Ini cara kami menanamkan kepada anak-anak agar memahami, mencintai dan bangga terhadap budaya NTT," katanya.

Yohanes mengakui keberhasilan pembinaan seni di sekolah tidak terlepas dari dukungan penuh para orang tua.

Menurutnya, antusiasme orang tua terlihat saat anak-anak mengikuti latihan maupun tampil dalam berbagai kegiatan.

"Dukungan orang tua selama saya di sini sangat luar biasa. Mereka bukan hanya menyuruh anak ikut latihan, tetapi mengantar, menunggu sampai latihan selesai, bahkan mendampingi ketika tampil di berbagai acara," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat anak-anak mengikuti pentas seni, banyak orang tua ikut membantu merias peserta, mengantar perlengkapan hingga menyediakan makanan ringan bagi para penampil.

"Ini menjadi motivasi besar bagi kami karena pembinaan budaya mendapat dukungan penuh dari keluarga," tambahnya.

Berbagai ajang seni budaya telah diikuti oleh Sanggar Aroma Santalum, baik yang diselenggarakan Dinas Pendidikan maupun Taman Budaya.

Salah satu tarian yang pernah dibawakan adalah Tarian Bidu Malaka, yang berhasil mengantarkan sekolah meraih prestasi juara pada beberapa tahun lalu.

Yohanes mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan pembinaan agar semakin banyak prestasi yang diraih sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya NTT kepada generasi muda.

Menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SD Inpres Liliba kembali mendapat kepercayaan tampil dalam kegiatan tingkat kelurahan.

Sekolah menerima undangan khusus untuk mengisi acara pembukaan Festival Budaya dan pameran tingkat Kelurahan Liliba.

Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi akan menjemput rombongan Wali Kota Kupang menggunakan Tarian Likurai, dilanjutkan dengan penampilan Tarian Bidu serta atraksi drum band.

"Ini merupakan sebuah kepercayaan yang membanggakan bagi sekolah. Anak-anak akan tampil dalam penyambutan Wali Kota dan memeriahkan pembukaan festival budaya," jelas Yohanes.

Di lingkungan sekolah sendiri, berbagai lomba dan kreativitas siswa juga telah disiapkan mulai pekan depan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81.

Roberta Kolo Nahak Guru Pengelola Sanggar (kiri) dan Yohanes Tukan Kepala Sekolah (kanan) saat memberikan keterangan kepada media 

Pengelola Sanggar Aroma Santalum, Roberta Kolo Nahak, menjelaskan pembinaan seni telah dimulai sejak tahun 2018.

"Perjalanannya sudah dimulai sejak 2018. Hanya saja badan hukumnya melalui akta notaris baru kami urus tahun lalu," katanya.

Ia mengatakan sanggar mengangkat seni budaya Flobamora, meski yang dominan dikembangkan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki peserta didik.

Sebagai putri daerah asal Malaka, Roberta juga memperkenalkan sejumlah tarian khas seperti Likurai dan Bidu kepada anak-anak.

Roberta berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sanggar.

Menurutnya, keterbatasan sarana menjadi tantangan utama karena pengadaan alat musik tradisional belum dapat dibiayai melalui dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami masih kekurangan alat musik tradisional seperti seruling bambu dan perlengkapan lainnya. Harapan kami ke depan ada dukungan dari pemerintah agar sanggar ini semakin berkembang," ujarnya.

Ia optimistis dengan dukungan berbagai pihak, Sanggar Aroma Santalum dapat terus mencetak generasi penerus yang mencintai sekaligus melestarikan budaya NTT.

Keberadaan Sanggar Aroma Santalum kini semakin dikenal masyarakat. Selain mengikuti berbagai festival budaya, sanggar ini juga kerap dipercaya mengisi acara penyambutan pejabat maupun kegiatan pemerintahan.

Beberapa di antaranya adalah penyambutan tamu pada peresmian Koperasi Merah Putih  yang diresmikan Menteri Koperasi,  Peringatan hari ulang tahun Koperasi Serviam, kegiatan Inspektorat Kota Kupang, acara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, berbagai kegiatan di Kelurahan Liliba, hingga sejumlah festival budaya dan upacara adat.

Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan budaya yang dilakukan SD Inpres Liliba tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat luas. **usgo



Baca Juga
Tag:
  • Budaya
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
Berita Terbaru
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
  • Sekolah Inpres Liliba Kota Kupang Lestarikan Budaya NTT, Sanggar Aroma Santalum Jadi Langganan Tampil Sambut Pejabat
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • Jokowi Disambut Lautan Warga di Kupang, Sosok Pemimpin Sejati di Mata Hati Rakyat

  • Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Jadi Satu-satunya Perwakilan Perumda Air Minum Indonesia dalam Forum Teknologi Lingkungan di Taiwan

  • Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Targetkan Balik Nama Sertifikat Maksimal 10 Hari, NTT Dapat Hadiah Natal Sertifikasi Tanah

  • Theo Widodo Ajak Warga Ikut Senam Jantung Sehat Gratis, YJI NTT Perkuat Edukasi Kesehatan Jantung

  • Vincent Milo: Kehadiran Jokowi Jadi "Hemaviton" Semangat PSI Ngada Hadapi Pemilu 2029

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.