SIKKA, MUTIARA TIMUR — Gempa bumi yang mengguncang Flores meninggalkan kerusakan berat di sejumlah wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Di Desa Rokirole, Dusun Koa, dampaknya terasa hingga ke jalur penghubung Koa menuju Cawalo.
Kerusakan paling parah terlihat di sekitar Jembatan Ubi Besar dan Ubi Kecil. Badan jalan tertutup material longsor, bebatuan dan pohon tumbang. Jalur tersebut kini tidak dapat dilalui kendaraan. Warga yang hendak melintas terpaksa berjalan kaki dengan risiko keselamatan karena kondisi jalan yang rusak dan medan yang masih rawan.
Kerusakan juga terjadi pada rumah-rumah warga. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat, dengan dinding dan bagian bangunan runtuh akibat guncangan. Puing-puing masih berserakan di sekitar permukiman.
Situasi warga belum sepenuhnya pulih. Gempa susulan masih dirasakan sehingga sebagian masyarakat memilih berada di luar rumah karena khawatir bangunan yang telah rusak kembali roboh.
Kondisi darurat semakin berat karena listrik masih padam dan jaringan telekomunikasi belum sepenuhnya normal. Gangguan ini membuat komunikasi dan pendataan di sejumlah wilayah Palue berjalan lambat.
Berdasarkan laporan sementara hingga 16 Agustus 2026 pukul 22.00 WITA, sedikitnya 141 rumah mengalami rusak berat di lima desa. Satu warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka berat. Pendataan masih berlangsung karena tiga desa lainnya belum sepenuhnya terjangkau akibat keterbatasan akses dan komunikasi.
Di tengah kondisi tersebut, pembukaan kembali akses jalan menjadi kebutuhan mendesak. Jalan yang aman bukan sekadar jalur bagi warga untuk beraktivitas, tetapi menjadi pintu masuk bagi bantuan, tenaga medis dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Palue masih berduka. Rumah-rumah rusak, jalan terputus, dan warga bertahan di tengah ketidakpastian gempa susulan. **ah

