SIKKA, MUTIARA TIMUR – Kapal Dharma Rucitra 7 belum meninggalkan seluruh cerita tentang perjuangan 10 atlet Taekwondo Derina Winners Club (DWC) menuju panggung nasional.
Di tengah perjalanan menuju Tangerang, Banten, tempat mereka akan mengikuti Kejuaraan Nasional Piala Danrem 052/WKR pada 21-23 Agustus 2026, latihan tetap berlangsung. Bukan di gedung olahraga. Bukan pula di sasana dengan fasilitas lengkap. Para atlet justru berlatih di atas kapal. Bagi Derina Da Cunha, pelatih sekaligus Ketua Derina Winners Club, perjalanan tersebut bukan alasan untuk menghentikan proses latihan. Ia memastikan 10 atlet terbaik klubnya tetap menjalani program latihan meski ruang gerak terbatas.
“Karena tim yang berangkat adalah tim terbaik Derina Winners Club dan saya sebagai pelatih sekaligus Ketua Club DWC mempunyai kewajiban penuh untuk mendampingi atlet-atlet saya,” kata Derina.
Namun kewajiban itu, menurut dia, bukan sekadar hadir menemani atlet selama perjalanan dan pertandingan. Ia juga harus melatih, mengurus kebutuhan atlet, sekaligus menjadi orang yang membackup berbagai kekurangan selama mereka berada di luar daerah.
“Bukan hanya mendampingi, tetapi juga melatih, mengurus dan membackup segala kekurangan mereka selama berada di sana,” ujarnya.
Tiga Kali Latihan di Atas Kapal
Perjalanan panjang tidak membuat porsi latihan dikurangi. Derina mengatakan, para atlet tetap berlatih tiga kali sehari. Latihan pagi berlangsung pukul 06.00-08.00, siang pukul 12.00-14.00, dan sore pukul 16.00-18.00.
Bagi Derina, disiplin semacam itu harus dibangun sebelum para atlet masuk ke arena pertandingan. Ia terus mengingatkan anak asuhnya bahwa hasil tidak bisa dipisahkan dari proses latihan.
“Untuk mendapatkan hasil yang bagus harus gigih latihan dan terus konsisten. Saya selalu tanamkan kepada para atlet untuk selalu afirmasi melalui pikiran dan memahami bahwa hasil adalah bagian dari proses, termasuk dari porsi latihan,” katanya.
Karena itu, waktu menurut dia harus digunakan secara teratur dan terjadwal.
“Waktu harus dipergunakan dengan baik dan terjadwal agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
10 Atlet Terbaik Membawa Nama Sikka
Sepuluh atlet yang berangkat merupakan atlet kelas prestasi DWC. Kelas ini memang dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari tingkat cabang, klub, daerah hingga nasional.
Mereka adalah Salvatores Yosri Siga dari SDK Ili, Yoseph Valderiano Laka dari SDK Bhaktyarsa 143 Maumere, Elisabeth Zhavera Lealuther dari SMP Negeri 1 Maumere, Luciana Rosalia Desvianti dari SDK 007 Kewapante, Vinsensia Yuliva Aslinda dari SMA Negeri 3 Maumere, Yohanes Wilfin Parera dari SMA Negeri 1 Maumere, Paskalia Mafrida Melani Putri dari SMP Negeri 1 Maumere, Syifa Nurfadila dari SMA Negeri 2 Maumere, Kristyan Dewanta Putra dari SMAK Frateran Maumere, dan Azalea Malikha Dzahin dari MIS Al-Muhajirin Perumnas.
Mereka akan tampil pada Kejurnas Piala Danrem 052/WKR yang digelar di Indoor Stadium Tangerang, Kelapa Dua, pada 21-23 Agustus 2026. Targetnya bukan sekadar menambah pengalaman bertanding. Derina ingin para atlet pulang membawa medali sekaligus memiliki mental petarung.Menurut dia, keberhasilan di arena bukan hanya soal teknik, tetapi juga keberanian, konsistensi dan kesiapan mental menghadapi lawan.
Berangkat dengan Dana Mandiri, Kekecewaan kepada Pemda
Di balik keberangkatan 10 atlet tersebut, ada cerita lain yang dirasakan Derina. Perjalanan menuju Kejurnas dilakukan dengan dana pribadi dan swadaya orang tua atlet serta pelatih. Mereka berangkat membawa nama klub, tetapi pada saat yang sama juga membawa nama Kabupaten Sikka.
Kondisi itulah yang membuat Derina berharap Pemerintah Kabupaten Sikka lebih peka terhadap atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Ia tidak meminta pemerintah hanya melihat satu atau dua cabang olahraga tertentu.
“Harapan saya kepada Pemda Sikka agar bisa lebih respek dan lebih peka terhadap para atlet yang berprestasi di setiap cabang olahraga, bukan hanya cabang olahraga tertentu,” katanya.
Pesan ini secara khusus ia tujukan kepada Bupati Sikka. Menurut Derina, 10 atlet yang kini berada dalam perjalanan menuju Kejurnas merupakan bagian dari masyarakat Sikka. Jika mereka berhasil meraih prestasi, nama yang dibawa ke tingkat nasional bukan hanya nama klub, tetapi juga Kabupaten Sikka.
“Pak Bupati, 10 atlet Sikka ini juga bagian dari masyarakat Sikka. Mereka akan mengikuti Kejuaraan Nasional di Jakarta. Kalau menang, mereka akan membawa nama dan mengharumkan Kabupaten Sikka,” ujar Derina.
Karena itu, ia meminta pemerintah memberikan dukungan, meskipun tidak harus dalam jumlah besar.
“Tolonglah diberi support sedikit, apalagi kami berangkat dengan dana mandiri,” katanya.
Derina mengaku kecewa karena merasa perhatian pemerintah belum dirasakan secara merata oleh semua cabang olahraga.
Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan perhatian pemerintah terhadap tim sepak bola yang sedang mengikuti turnamen di Gelora Samador.
Menurut Derina, ketika tim sepak bola dari daerah lain datang bertanding, Bupati Sikka bahkan disebut datang ke tempat penginapan dan memberikan bantuan berupa beras serta kebutuhan lainnya.
“Kalau tim sepak bola yang sedang menjalankan turnamen di Gelora Samador dan Pak Bupati sendiri datang ke tempat penginapan dari kabupaten lain serta bisa memberikan bantuan beras dan yang lain, kenapa kami juga tidak diperlakukan sama?” katanya.
Bagi Derina, persoalan ini bukan semata-mata soal bantuan. Ia ingin pemerintah menunjukkan bahwa seluruh atlet yang berjuang membawa nama Sikka memiliki posisi yang sama untuk mendapatkan perhatian. “Jujur kami cukup kecewa,” ujarnya.
Latihan Belum Berhenti
Meski kecewa, Derina tidak memilih berhenti. Ia tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai pelatih. Di atas kapal, jadwal latihan tetap berjalan. Para atlet terus ditempa sebelum tiba di Tangerang. Sebab bagi Derina, keterbatasan dukungan bukan alasan untuk mematikan mimpi anak-anak asuhnya. Ia ingin 10 atlet tersebut tampil dengan kesadaran penuh, kekuatan penuh dan mental bertanding yang kuat.
Harapannya sederhana: mereka mampu bertanding maksimal, pulang membawa medali, membahagiakan orang tua, tim dan pelatih, serta mengharumkan nama Kabupaten Sikka.
Perjalanan menuju arena Kejurnas itu pun menjadi bagian dari pertarungan mereka. Belum menginjak matras pertandingan, 10 atlet Sikka sudah lebih dulu diuji oleh perjalanan, keterbatasan dan keteguhan untuk tetap berlatih. *"arishalilintar

