SIKKA, MUTIARA TIMUR – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dikemas dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan pelajar, pemerintah desa, aparat, masyarakat hingga pelaku UMKM.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, perayaan kemerdekaan tahun ini tidak berhenti pada seremoni upacara. Pemerintah kecamatan bersama panitia menghadirkan kegiatan olahraga, pendidikan, seni, budaya, kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Camat Kewapante, Anselmus Moa, mengatakan rangkaian kegiatan sengaja dirancang agar momentum kemerdekaan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Peringatan HUT RI bukan hanya soal upacara. Kita ingin semua elemen masyarakat terlibat dan merasakan bahwa kemerdekaan ini milik kita bersama,” kata Anselmus.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali jalan sehat lintas sektor pada 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sekolah, pemerintah desa, BPD, PKK, TNI/Polri, tenaga kesehatan dan masyarakat.
Pada 11–13 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Anak-anak TK/PAUD mengikuti lomba mewarnai bertema pahlawan dan fashion show kostum pahlawan cilik.
Pelajar SD dan SMP mengikuti Cerdas Cermat Empat Pilar Kebangsaan. Sementara pelajar SMP dan SMA mengikuti lomba pidato kemerdekaan, termasuk pidato berbahasa Inggris. Ada pula lomba paduan suara serta vlog atau video pendek bertema “Cerita dari Kewapante”.
Menurut Anselmus, kegiatan untuk pelajar tidak sekadar mencari pemenang, tetapi memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berani tampil dan mengembangkan kreativitas.
“Anak-anak harus diberi ruang sejak dini untuk mengenal perjuangan, mencintai bangsa, berani tampil dan mengembangkan kemampuan. Generasi muda adalah bagian penting dari masa depan daerah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan apel Pramuka pada 14 Agustus, malam renungan atau tirakatan pada 16 Agustus, kemudian upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus.
Usai upacara, masyarakat akan mengikuti berbagai kegiatan rakyat, antara lain atraksi drumband, tarik tambang bapak-bapak, balap karung ibu-ibu antardesa dan tabur bunga di Pelabuhan Ferry Kewapante.
Malam harinya, halaman Kantor Camat Kewapante akan menjadi pusat Festival Rakyat Merdeka yang memadukan pentas seni, pembagian hadiah lomba dan bazar UMKM.
Anselmus mengatakan keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut karena kegiatan kemerdekaan juga harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi.
“Kalau kita ingin membangun daerah, masyarakat harus diberi ruang untuk berkreasi, berusaha dan menunjukkan potensi yang mereka miliki. Kemerdekaan juga harus terasa manfaatnya dalam kebersamaan dan kehidupan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia berharap semangat perayaan HUT RI tidak berakhir setelah rangkaian acara selesai.
“Semangat gotong royong, kebersamaan, kreativitas dan kepedulian terhadap daerah harus terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Kalau pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, saya yakin banyak hal baik yang bisa kita lakukan untuk Kewapante,” ujar Anselmus.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Kewapante, Fransiskus Seda, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
Menurut Fransiskus, panitia membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya dalam pelaksanaan, tetapi sejak tahap persiapan.
“Kegiatan ini tidak mungkin berjalan kalau hanya mengandalkan panitia. Kami membutuhkan kolaborasi semua stakeholder, termasuk pemerintah desa, sekolah, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan seluruh warga. Partisipasi bersama inilah yang membuat kegiatan kemerdekaan menjadi milik masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai perayaan HUT RI dapat menjadi momentum untuk memperluas kegiatan yang bersentuhan langsung dengan pendidikan dan literasi anak.
“Ke depan, kita perlu lebih banyak ruang kegiatan yang mendorong literasi anak-anak sekolah. Jadi bukan hanya perlombaan, tetapi bagaimana momentum seperti ini bisa ikut membentuk karakter dan menambah wawasan generasi muda,” ujar Fransiskus.
Menurut dia, semakin banyak kegiatan positif yang melibatkan masyarakat, semakin besar pula peluang menggerakkan ekonomi lokal. Bazar UMKM, pentas seni dan berbagai kegiatan rakyat menjadi ruang bagi warga untuk memperkenalkan potensi mereka.
“Harapan kami kegiatan ini bukan sekadar ramai. Ada kebersamaan, ada pendidikan, ada budaya, ada ekonomi masyarakat yang ikut bergerak. Itu yang ingin kita bangun,” katanya.
Seksi Perlombaan, Marselinus Atapuken, menjelaskan rangkaian perlombaan disusun dengan mempertimbangkan kelompok usia dan kemampuan peserta.
Ia mengatakan lomba mewarnai dan fashion show pahlawan cilik ditujukan bagi anak-anak usia dini, sementara Cerdas Cermat Empat Pilar Kebangsaan, pidato kemerdekaan, pidato bahasa Inggris, paduan suara dan vlog memberikan ruang lebih luas bagi pelajar untuk mengembangkan pengetahuan serta kreativitas.
“Kami ingin setiap jenjang pendidikan mendapatkan ruang. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut tampil, belajar dan berkompetisi secara sehat,” kata Marselinus.
Ia menambahkan, perlombaan juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan suasana kemerdekaan di tengah masyarakat Kewapante.
“Yang kami bangun bukan hanya kompetisi, tetapi semangat kebersamaan. Menang dan kalah itu bagian dari perlombaan, tetapi keberanian untuk tampil, belajar dan menghargai orang lain jauh lebih penting,” ujarnya.
Dengan kolaborasi pemerintah kecamatan, panitia, sekolah, pemerintah desa, masyarakat dan berbagai unsur lainnya, HUT ke-81 RI di Kewapante diharapkan tidak hanya meninggalkan kemeriahan, tetapi juga meninggalkan pesan: bahwa kemerdekaan akan lebih bermakna ketika dirayakan dengan pendidikan, kreativitas, persaudaraan dan pemberdayaan masyarakat. **ah


