Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Pendidikan

SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Maumere – SMK Negeri Habibola, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, terus mengembangkan pendidikan vokasi yang dekat dengan potensi daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program "Bamboo Goes to School", sebuah pelatihan keterampilan yang memperkenalkan bambu sebagai bahan baku bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Program yang digagas Yayasan Bambu Lestari Lingkungan (YBLL) itu diikuti oleh 32 siswa dan 17 guru. Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi tentang jenis, manfaat, dan potensi bambu, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses pembuatan furnitur berbahan bambu, mulai dari mengukur, memotong, merancang desain, merakit, memasang, mengikat hingga tahap akhir menggunakan vernis.

Koordinator Kabupaten YBLL, Yuyun Darti Baetal, mengatakan program "Bamboo Goes to School" bukan sekadar menghadirkan bambu ke lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk pendidikan kontekstual yang mengintegrasikan aspek lingkungan, budaya, dan kewirausahaan.

Menurutnya, selama ini bambu masih sering dipandang sebagai material kelas dua yang identik dengan kemiskinan atau hanya digunakan sebagai bahan bangunan sementara. Padahal, melalui inovasi dan pengolahan yang tepat, bambu memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu menjadi material masa depan yang ramah lingkungan.

"Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap bambu. Anak-anak perlu memahami bahwa bambu bukan sekadar tanaman biasa, tetapi memiliki nilai ekonomi, estetika, dan berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.

Yuyun menjelaskan, SMKN Habibola dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan setelah tim YBLL melakukan survei terhadap sejumlah sekolah. Selain merupakan sekolah kejuruan yang baru membuka dua program keahlian, yaitu Pertanian dan Pariwisata, sekolah ini juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pembelajaran berbasis sumber daya lokal.

Di samping itu, kondisi sarana dan prasarana yang masih terbatas menjadi salah satu pertimbangan agar sekolah memperoleh pendampingan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktik dan keterampilan.

Pelatihan dipandu oleh Sebastianus Leo atau Nano, seorang pemuda yang sebelumnya terlibat dalam program pembibitan bambu dan kini mengembangkan usaha pembuatan furnitur bambu. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para siswa bahwa potensi lokal mampu diolah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Yuyun menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan hanya mengajarkan teknik membuat furnitur, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, bangga terhadap budaya lokal, serta memiliki keterampilan hidup yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan.

"Bagi kami, pendidikan bukan hanya menghasilkan anak yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang usaha dari potensi yang ada di sekitarnya," katanya.

Selama pelatihan berlangsung, tim YBLL melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta. Selain aktif mengikuti materi teori, para siswa juga menunjukkan semangat saat praktik membuat meja, kursi, dan lemari berbahan bambu. Bahkan, menurut Yuyun, beberapa siswa memiliki bakat yang dapat terus dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.

Ke depan, YBLL berharap program tersebut tidak berhenti pada satu kali pelatihan. Yayasan berencana melanjutkan kolaborasi dengan pihak sekolah melalui pengembangan sekolah lapang pembibitan bambu, penanaman bambu, hingga pembentukan kebun sekolah sebagai media pembelajaran.

Selain itu, YBLL juga mendorong agar bambu dapat menjadi bagian dari materi muatan lokal sehingga peserta didik memperoleh keterampilan yang relevan dengan potensi wilayahnya. Program lanjutan itu diharapkan melibatkan sekolah, pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pihak lainnya dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang berbasis lingkungan dan kewirausahaan.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini para siswa semakin mengenal potensi bambu, mampu memanfaatkannya untuk menjaga lingkungan, sekaligus melihatnya sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan," pungkas Yuyun. ***ah



Baca Juga
Tag:
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
Berita Terbaru
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
  • SMKN Habibola Kembangkan Pendidikan Berbasis Potensi Lokal Lewat Program "Bamboo Goes to School
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Kuasa Hukum Lapor Penyidik ke Propam, Soroti Dugaan Pelanggaran KUHAP Kasus BBM

  • Satgas Pajak Turun ke SPBU, Antrean BBM Subsidi di Empat Titik Sikka Mendadak Lengang

  • 22 Tahun Divina Providentia Kupang, Menabur Iman, Mendidik Generasi, Merawat Keutuhan Ciptaan

  • Barang Bukti Kapal Menghilang dari Pelabuhan Wuring, Kasus Solar Subsidi Mandek

  • Juara 6 Lomba Seni Menari Tingkat SD, Kepala SD Inpres Oesapa Kecil 1 Siap Bangun Sanggar Budaya

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.