KUPANG – Suasana penuh syukur menyelimuti Perayaan Ekaristi memperingati 22 Tahun Komunitas Divina Providentia Kupang, 20 Tahun KB-TK Eduard Michelis Nasipanaf, dan 9 Tahun Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (GPIC) yang berlangsung di Komunitas Divina Providentia, Nasipanaf, Kupang, Sabtu, (25/7/26).
Perayaan syukur tersebut dipimpin Selebran Utama RP. Dony, CMF, didampingi Imam Konselebran RP. Oris, OCarm, serta diikuti para suster Kongregasi Divina Providentia, anak-anak SEKAMI, umat Wilayah V Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui, para orang tua murid, alumni, tokoh umat, dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan karya kongregasi.
Momentum syukur itu menjadi ungkapan terima kasih atas karya pelayanan Kongregasi Divina Providentia yang sejak tahun 2004 hadir di Nasipanaf. Selama lebih dari dua dekade, kongregasi ini tidak hanya membangun kehidupan rohani melalui doa dan pelayanan pastoral, tetapi juga menghadirkan karya nyata di bidang pendidikan serta kepedulian terhadap keadilan sosial, perdamaian, dan kelestarian lingkungan.
Dalam homilinya, RP. Dony, CMF mengajak seluruh umat merenungkan makna pilihan hidup sebagaimana diwartakan dalam bacaan Kitab Suci hari itu. Menurutnya, setiap orang setiap hari diperhadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga bagaimana menggunakan waktu dan talenta yang dimiliki. Namun, di atas semuanya, ada satu pilihan yang paling menentukan arah hidup manusia.
"Di dalam hidup ini kita selalu membuat pilihan. Kita memilih sekolah, pekerjaan, teman, bahkan bagaimana menggunakan waktu dan apa yang kita miliki. Tetapi pertanyaan yang paling penting adalah, apa yang paling berharga yang kita pilih dalam hidup kita," ungkapnya.
Mengacu pada Injil tentang harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga, RP. Dony menjelaskan bahwa Kerajaan Allah merupakan harta sejati yang nilainya melampaui segala sesuatu di dunia.
"Ketika kita sungguh menemukan Tuhan, kita menemukan sesuatu yang nilainya melebihi segala sesuatu yang lain. Menemukan Tuhan adalah sesuatu yang paling berharga," katanya.
Menurutnya, perjalanan 22 tahun Kongregasi Divina Providentia dan 20 tahun KB-TK Eduard Michelis merupakan buah dari keberanian para suster yang rela meninggalkan kenyamanan demi menghadirkan karya Allah di tengah masyarakat Nasipanaf.
"Mereka melihat ada harta yang sangat berharga di tempat ini. Karena itu mereka berani meninggalkan banyak hal untuk membangun pendidikan, pelayanan, dan menghadirkan Kerajaan Allah melalui karya-karya kasih," ujarnya.
RP. Dony kemudian mengaitkan pesan Injil dengan kisah Raja Salomo dalam bacaan pertama. Saat diberi kesempatan meminta apa saja kepada Tuhan, Salomo tidak meminta kekayaan, kekuasaan ataupun umur panjang, melainkan hati yang bijaksana.
"Salomo meminta hati yang paham untuk membedakan yang baik dan yang jahat. Kebijaksanaan jauh lebih penting daripada kekayaan ataupun kekuasaan, karena dengan hati yang bijaksana seseorang mampu menggunakan semua anugerah Tuhan dengan benar," jelasnya.
Ia menegaskan, dalam kehidupan modern banyak orang ingin memperoleh kehidupan yang lebih baik, namun tidak semua berani melepaskan hal-hal yang menghambat pertumbuhan iman dan karakter.
"Kita ingin hidup damai, tetapi masih menyimpan dendam. Kita ingin dekat dengan Tuhan, tetapi masih terikat pada kebiasaan-kebiasaan yang menjauhkan kita dari-Nya. Padahal, untuk menemukan harta yang paling berharga, kita harus berani melepaskan apa yang menjadi beban dalam hidup," katanya.
Secara khusus, RP. Dony mengapresiasi karya pendidikan yang dijalankan KB-TK Eduard Michelis selama dua puluh tahun. Menurutnya, sekolah tersebut telah menjadi tempat bertumbuhnya anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Ia juga menilai pelayanan Kongregasi Divina Providentia melalui Komisi GPIC menjadi wujud nyata kehadiran Gereja dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, penghormatan terhadap martabat manusia, serta menjaga keutuhan ciptaan.
Mengakhiri homilinya, RP. Dony mengajak seluruh umat menjadikan keluarga, pendidikan anak-anak, dan iman kepada Kristus sebagai prioritas utama dalam kehidupan.
"Semoga seluruh karya Kongregasi Divina Providentia terus menjadi tanda hadirnya Kerajaan Allah di tengah masyarakat. Semoga semakin banyak anak-anak yang bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, bijaksana, dan siap melayani Gereja serta sesama," pungkasnya. **usgo






