Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Pendidikan

SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Maumere – Di tengah besarnya potensi pertanian dan pariwisata di Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, kehadiran SMK Habibola menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan vokasi. Beralamat di Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, sekolah yang telah mengantongi izin operasional ini hadir dengan membuka dua program keahlian, yakni Pariwisata dan Pertanian, sebagai langkah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola potensi daerah sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja.

Kepala SMK Habibola, Anggelinus Heni, S.E., mengatakan sekolah yang baru berdiri tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya di Kecamatan Doreng. Kepercayaan itu terlihat dari jumlah peserta didik yang terus bertambah. Hingga saat ini, sebanyak 38 siswa-siswi telah bergabung sebagai angkatan pertama.

Saya bangga dengan kehadiran SMK Habibola. Kami melihat masyarakat Kecamatan Doreng mulai memberikan kepercayaan kepada sekolah ini. Kehadiran SMK Habibola merupakan jawaban atas kebutuhan pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan sendiri," kata Anggelinus.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama sejak awal berdirinya sekolah. Karena itu, SMK Habibola tidak hanya mempersiapkan peserta didik, tetapi juga terus meningkatkan kompetensi para guru melalui berbagai pelatihan dan kemitraan.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, tujuh orang guru mengikuti pelatihan di Kupang yang berfokus pada pengembangan pertanian modern, mulai dari teknik budidaya tanaman, pemupukan, perawatan tanaman, hingga berbagai inovasi pertanian yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, empat orang guru lainnya mengikuti pelatihan di SMK Talibura mengenai manajemen penggunaan air dan sistem irigasi pertanian guna mendukung pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.

Kami ingin para guru memperoleh pengalaman dan pengetahuan langsung dari lembaga yang sudah lebih maju. Ilmu yang mereka dapatkan nantinya akan diterapkan di SMK Habibola agar peserta didik memperoleh pendidikan yang berkualitas, mengikuti perkembangan teknologi, dan benar-benar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Anggelinus menegaskan, kehadiran SMK Habibola bukan sekadar membuka sekolah baru, tetapi menjadi bagian dari upaya menjawab potensi besar yang dimiliki Kecamatan Doreng.

Selama ini, kata dia, Doreng dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cengkeh, pala, dan kelapa di Kabupaten Sikka. Potensi tersebut harus didukung oleh generasi muda yang memiliki kemampuan mengelola pertanian secara modern sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, kawasan wisata seperti Ogor Paret dan Pantai Pasir Putih Nenbura juga memiliki daya tarik yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam bidang pariwisata agar dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kami ingin melahirkan petani-petani milenial yang mampu mengembangkan pertanian modern sehingga potensi cengkeh, pala, kelapa, dan komoditas lainnya memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Begitu juga dengan potensi wisata di Kecamatan Doreng seperti Ogor Paret dan Pantai Pasir Putih Nenbura. Semua itu membutuhkan SDM yang berkualitas. Kalau SDM kita sudah siap, saya yakin potensi daerah ini akan berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia juga memastikan persoalan pembiayaan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SMK Habibola. Pihak sekolah terus membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar proses pendidikan berjalan dengan baik.

Kami berkomitmen mengelola sekolah ini secara bertanggung jawab. Kami akan terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak agar layanan pendidikan semakin baik dan masyarakat tidak ragu mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada SMK Habibola," ujarnya.

Sementara itu, Guru Pariwisata SMK Habibola, Meliana Pereta Kaka, mengatakan masyarakat perlu melihat pendidikan vokasi sebagai kebutuhan masa depan. Menurutnya, SMK tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membentuk keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.

Saya sangat mengharapkan masyarakat membuka mata bahwa di era modern sekarang yang dibutuhkan adalah sekolah kejuruan. SMK tidak hanya memberikan ilmu berupa teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan sehingga peserta didik memiliki bekal keterampilan yang siap digunakan ketika memasuki dunia kerja," ujarnya.

Meliana mengatakan pembukaan jurusan Pariwisata didasarkan pada kondisi nyata yang ia lihat sendiri di Kecamatan Doreng. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari Ogor Paret, Pantai Pasir Putih Nenbura, hingga kekayaan budaya dan alam lainnya.

Namun, menurut dia, potensi tersebut belum dikelola secara maksimal karena masih rendahnya kesadaran masyarakat maupun pemerintah terhadap pentingnya sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pendapatan daerah.

Saya melihat sendiri bahwa potensi wisata di Kecamatan Doreng sangat besar. Sayangnya, tata kelolanya belum maksimal karena kesadaran masyarakat maupun pemerintah daerah terhadap sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan daerah masih perlu diperkuat," katanya.

Meliana juga menyoroti masih minimnya tenaga profesional di bidang pariwisata. Berdasarkan pengalaman pribadinya, salah satu resort di Maumere bahkan mengalami kesulitan mencari tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan pariwisata.

Saya pernah diminta bekerja di salah satu resort di Maumere. Saat itu mereka kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan pariwisata. Ini membuktikan bahwa peluang kerja di sektor ini masih sangat terbuka dan harus dipersiapkan sejak di bangku sekolah," ujarnya.

Selain jurusan Pariwisata, SMK Habibola juga mengembangkan jurusan Pertanian yang berorientasi pada pertanian modern, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.

Guru Pertanian SMK Habibola, Octavia Manisa Bela, S.P., mengatakan pertanian saat ini telah mengalami perubahan besar. Karena itu, generasi muda perlu diperkenalkan pada sistem pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Pertanian modern bukan lagi sekadar bekerja di sawah dengan cara-cara lama. Dunia pertanian sekarang memanfaatkan teknologi sehingga lebih efisien, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi," ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta didik nantinya akan mempelajari pertanian berkelanjutan, pengelolaan irigasi hemat air, pengendalian hama terpadu, pembuatan pupuk organik, hingga pemanfaatan biosistem sebagai bagian dari pengembangan agribisnis modern.

SMK Habibola tidak ingin hanya menjadi tempat belajar teori. Kami ingin sekolah ini menjadi pusat lahirnya inovasi, kewirausahaan, dan inkubasi bisnis pertanian yang melahirkan generasi muda yang mandiri serta mampu membangun sektor pertanian di daerahnya sendiri," katanya.

Melalui dua program keahlian tersebut, SMK Habibola berharap mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga menjadi pelopor pembangunan berbasis potensi lokal. Dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekolah ini optimistis potensi pertanian dan pariwisata di Kecamatan Doreng dapat dikelola secara lebih profesional sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sikka. **ah

Baca Juga
Tag:
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
Berita Terbaru
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Direktur PDAM Sikka Tantang GMNI Buka Rekaman Isu Fee Rp40 Juta: "Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks"

  • Kajari Sikka Buka Surat Bermeterai Direktur PDAM, Bantah Isu Fee Rp40 Juta: "Kalau Terbukti Kami Tindak, Kalau Hoaks Ada Konsekuensi Hukumnya"

  • SMK Habibola Bidik Pariwisata dan Pertanian Modern, Siapkan SDM untuk Menjawab Potensi Nian Tanah

  • Mgr. Edwaldus Sedu Kenang Jejak Paus Yohanes Paulus II di Gelora Samador

  • Uskup Maximus Regus di Penutupan NYD III: Jangan Tunggu Tua untuk Menjadi Saksi Kristus

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.