Larantuka – Memasuki lingkungan baru sering kali menjadi momen yang menegangkan bagi anak usia dini. Menyikapi hal tersebut, TK La Consolacion School Larantuka menerapkan strategi psikologis khusus bertajuk metode "gandeng nyaman" selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru ini.
Metode inovatif ini sengaja dirancang untuk meredam kecemasan emosional anak. Melalui pendekatan ini, pihak sekolah memberikan kelonggaran bagi orang tua untuk mendampingi buah hati mereka secara langsung di area sekolah pada hari-hari awal orientasi.
"Strategi ini kami buat untuk mengubah rasa takut anak menjadi rasa penasaran yang ceria. Pemisahan jarak antara anak dan orang tua kami lakukan secara perlahan dan bertahap, sehingga anak tidak merasa kaget atau merasa langsung ditinggalkan di tempat baru" ujar Kepala TK La Consolacion School Larantuka, Sr. Blandina Lae, OSA, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Sabtu (25/7/2026) pukul 10.14 WITA.
Penerapan teknis di ruang kelas pun dibuat selembut mungkin. Guru Wali Kelas TK B, Monika Menina Kabi, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa proses transisi anak dari rumah ke sekolah dipermudah lewat berbagai aktivitas fisik yang menyenangkan dan penuh kehangatan.
Guru menyambut anak sejak di gerbang sekolah menggunakan bando karakter yang lucu serta membagikan kartu tanda pengenal menarik. Selepas itu, anak-anak diajak mencairkan suasana lewat gerakan ice breaking, senam bersama, bernyanyi, hingga permainan interaktif.
"Setelah suasana hatinya gembira, kami mulai melatih kemandirian dasar mereka. Mulai dari belajar menaruh tas dan botol minum sendiri pada tempatnya, mengembalikan mainan, hingga melatih keberanian mereka untuk mengomunikasikan kebutuhan fisik seperti pergi ke toilet secara mandiri" ungkapnya.
Lembaga berakreditasi "A" di bawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Keuskupan Larantuka (Yapersuktim) ini memastikan seluruh proses asuhan dilakukan oleh tenaga pendidik profesional. Sr. Blandina menekankan bahwa seluruh gurunya merupakan lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terverifikasi resmi oleh Kemendikdasmen.
"Kami ingin orang tua merasa aman sepenuhnya. Dengan kerja sama dan komunikasi intensif lewat grup kelas, kami memposisikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang penuh kasih, demi membentuk fondasi karakter anak Flores Timur yang mandiri dan santun" tutup Sr. Blandina. **ah



