Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya

Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:


KOTA KUPANG – SMP Negeri 11 Kupang terus berkomitmen menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Bagi sekolah, kegiatan seni dan budaya bukan sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana membangun mental, kepercayaan diri, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala SMP Negeri 11 Kupang, Mariella Leke, S.Pd, mengatakan sekolah selalu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan pemerintah maupun instansi terkait. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam melestarikan budaya daerah.

"Kalau ada kegiatan budaya, kami selalu ikut ambil bagian. Terakhir kami mengikuti Festival Budaya di tingkat kelurahan dengan menampilkan tarian daerah. Kami juga mengikuti lomba tari dan paduan suara lagu daerah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan. Bagi kami, juara bukan tujuan utama, tetapi bagaimana membangkitkan semangat, melatih mental, dan membentuk karakter anak-anak," ujar Mariella Leke kepada media, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, peserta yang dilibatkan dalam setiap kegiatan budaya berasal dari seluruh jenjang, yakni kelas VII, VIII, dan IX. Pemilihan dilakukan berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan siswa sehingga setiap anak memiliki kesempatan mengembangkan potensinya.

Selain menampilkan tarian tradisional, SMP Negeri 11 Kupang juga aktif mengembangkan paduan suara yang membawakan lagu-lagu daerah NTT. Kelompok paduan suara tersebut telah beberapa kali mengikuti perlombaan dan berhasil meraih prestasi, sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan seni vokal.

"Bagi kami, yang terpenting adalah anak-anak berani tampil dan percaya diri. Mereka belajar bersaing secara sehat, menghargai budaya sendiri, dan memiliki mental yang kuat ketika tampil di depan banyak orang," katanya.

Mariella menjelaskan, penguatan budaya di sekolah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler dan pembelajaran di kelas. 

Dalam kegiatan kokurikuler, setiap kelas menampilkan tarian dari berbagai daerah di NTT dengan mengenakan pakaian adat sesuai asal daerah masing-masing, seperti Timor, Rote, Bajawa, Sabu, dan daerah lainnya.

"Anak-anak tampil menggunakan pakaian adat sesuai daerahnya. Dengan cara itu mereka tidak hanya belajar menari, tetapi juga mengenal identitas budaya serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya NTT," jelasnya.

Penguatan budaya juga didukung melalui mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang diberikan kepada seluruh siswa mulai kelas VII hingga kelas IX dengan materi yang disesuaikan pada setiap tingkat.

Saat ini, SMP Negeri 11 Kupang memiliki empat orang guru Seni Budaya yang secara khusus mengajar mata pelajaran tersebut. Selain itu, terdapat satu guru dengan latar belakang Prakarya, serta sekitar empat hingga lima guru lain yang mengajar Prakarya karena memiliki linieritas bidang ilmu, terutama dari rumpun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Dengan tenaga pendidik yang ada, kami berusaha mengembangkan kreativitas dan bakat siswa secara maksimal, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar kelas," ujarnya.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Selain pertandingan futsal, sekolah akan menggelar lomba membaca cepat, literasi, numerasi, dan berbagai kompetisi lainnya yang bertujuan meningkatkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter peserta didik.

Di akhir wawancara, Mariella berharap orang tua terus memberikan dukungan kepada anak-anak untuk mengikuti berbagai kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan sekolah.

"Kami berharap orang tua terus memotivasi dan mendukung anak-anak. Ketika ada latihan atau persiapan kegiatan budaya, berikan kesempatan kepada mereka untuk berlatih. Jika sekolah mengalami keterbatasan, misalnya dalam penyediaan kostum, kami berharap ada dukungan dari orang tua agar anak-anak tetap bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berkarakter, percaya diri, dan mencintai budaya daerah," tutupnya.***usgo


Baca Juga
Tag:
  • Budaya
Bagikan:
Berita Terkait
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
Berita Terbaru
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
  • Kepala SMP Negeri 11 Kupang: Budaya Bukan Sekadar Pentas, tetapi Membentuk Karakter dan Cinta NTT
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Kuasa Hukum Lapor Penyidik ke Propam, Soroti Dugaan Pelanggaran KUHAP Kasus BBM

  • Satgas Pajak Turun ke SPBU, Antrean BBM Subsidi di Empat Titik Sikka Mendadak Lengang

  • 22 Tahun Divina Providentia Kupang, Menabur Iman, Mendidik Generasi, Merawat Keutuhan Ciptaan

  • Barang Bukti Kapal Menghilang dari Pelabuhan Wuring, Kasus Solar Subsidi Mandek

  • Juara 6 Lomba Seni Menari Tingkat SD, Kepala SD Inpres Oesapa Kecil 1 Siap Bangun Sanggar Budaya

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.