Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Budaya
  • Pendidikan

Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KOTA KUPANG – Pendidikan budaya di SDK St. Maria Assumpta Kota Kupang tidak berhenti pada pembelajaran di dalam kelas. Sekolah ini menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari melalui pembiasaan karakter, pelestarian makanan lokal, hingga pentas seni yang melibatkan seluruh peserta didik.

Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ, mengatakan pembentukan karakter merupakan fondasi utama yang dibangun sekolah sebelum mengembangkan kemampuan akademik siswa.

"Yang pertama kami bangun adalah budaya pembiasaan yang berkaitan dengan pembinaan karakter anak. Kami menerapkan budaya 5S, yaitu salam, senyum, sopan, santun, dan saling menyapa. Itu menjadi kebiasaan anak-anak sejak mereka memasuki gerbang sekolah," ujar Sr. Dafrosa saat diwawancarai.

Setiap pagi, guru, pegawai, dan petugas sekolah berdiri di gerbang menyambut kedatangan siswa. Anak-anak dibiasakan memberi salam kepada guru maupun teman-temannya sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Menurutnya, budaya saling menghargai juga ditanamkan melalui kebiasaan meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan meminta bantuan dengan sopan saat membutuhkan pertolongan.

"Kalau ada anak yang tidak sengaja menabrak temannya saat bermain, kami wajibkan langsung meminta maaf. Jangan menunggu guru yang menyuruh. Kami ingin itu menjadi kebiasaan sehingga anak sadar ketika berbuat salah harus berani meminta maaf," katanya.

Selain membangun karakter, SDK St. Maria Assumpta juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui kebiasaan mengonsumsi makanan tradisional. Seluruh siswa diwajibkan membawa bekal dari rumah menggunakan kotak makan sebagai bentuk pola hidup sehat sekaligus mengurangi penggunaan plastik.

"Kami ingin anak-anak terbiasa makan makanan sehat seperti sayur, telur, ikan, dan makanan lokal. Pada waktu tertentu kami mengadakan hari makan makanan lokal seperti ubi dan jagung. Anak-anak makan bersama di depan kelas sehingga tercipta kebersamaan," jelasnya.

Pelestarian budaya juga diwujudkan melalui pembelajaran praktik memasak makanan tradisional bagi siswa kelas V. Menurut Sr. Dafrosa, siswa tidak hanya dinilai dari teori, tetapi juga kemampuan mengolah makanan lokal.

"Mereka memasak di rumah bersama orang tua, prosesnya direkam dalam bentuk video, kemudian videonya dikirim kepada guru. Besoknya makanan itu dibawa ke sekolah untuk dinilai dan dinikmati bersama," ungkapnya.

Dalam bidang seni budaya, sekolah secara rutin menggelar kegiatan kokurikuler setiap bulan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan menampilkan tarian daerah, peragaan busana adat, hingga berbagai pertunjukan seni yang dipelajari di sekolah.

"Kalau anak-anak menampilkan Tari Ja'i, mereka memakai pakaian adat Ngada. Kalau menampilkan tarian Manggarai, mereka mengenakan busana Manggarai. Tarian Hegong mereka pakai busana adat Sikka. Kami ingin mereka mengenal sekaligus bangga terhadap keberagaman budaya Nusantara," tutur Sr. Dafrosa.

Ia mengakui saat ini sekolah belum memiliki guru seni budaya khusus karena guru sebelumnya telah berpindah tugas. Namun pembelajaran seni tetap berjalan melalui mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) serta diperkaya dengan kegiatan kokurikuler yang lebih kreatif.

Menurutnya, inovasi tersebut lahir setelah mengikuti berbagai workshop yang difasilitasi Dinas Pendidikan Kota Kupang.

"Saya mendapatkan banyak ide dari workshop yang diselenggarakan Dinas Pendidikan. Setelah kembali ke sekolah, kami mengembangkan kokurikuler agar tidak hanya menampilkan hasil belajar akademik, tetapi memberi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat seni, budaya, dan kreativitas mereka," ujarnya.

Sr. Dafrosa menilai dukungan pemerintah dan antusiasme orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan berbagai program sekolah. Kepercayaan masyarakat terhadap SDK St. Maria Assumpta juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Tahun ini kami hanya menyiapkan kuota 150 siswa, tetapi yang mendaftar mencapai sekitar 250 orang. Artinya, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah semakin besar. Kami bersyukur orang tua terus mendukung program-program yang kami jalankan, termasuk pelestarian budaya di lingkungan sekolah," pungkasnya. **usgo



Baca Juga
Tag:
  • Budaya
  • Pendidikan
Bagikan:
Berita Terkait
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
Berita Terbaru
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
  • Kepala SDK St. Maria Assumpta, Sr. Dafrosa, CIJ: Budaya 5S, Makanan Lokal dan Pentas Seni Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Siswa
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Kuasa Hukum Lapor Penyidik ke Propam, Soroti Dugaan Pelanggaran KUHAP Kasus BBM

  • Satgas Pajak Turun ke SPBU, Antrean BBM Subsidi di Empat Titik Sikka Mendadak Lengang

  • 22 Tahun Divina Providentia Kupang, Menabur Iman, Mendidik Generasi, Merawat Keutuhan Ciptaan

  • Barang Bukti Kapal Menghilang dari Pelabuhan Wuring, Kasus Solar Subsidi Mandek

  • Tanah Tak Terpisahkan dari Budaya, Seminar IAKN Kupang Hasilkan Rekomendasi bagi Kota Kupang

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.