KUPANG, Mutiara Timur – Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat perannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang, RSU Undana kini melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menghadirkan konsep pelayanan yang memadukan teknologi medis modern dengan pendekatan spiritual bagi pasien. Dalam program Undana Talk Episode 15, manajemen RSU Undana menjelaskan bahwa rumah sakit pendidikan milik Universitas Nusa Cendana tersebut tidak hanya berorientasi pada penyembuhan secara medis, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan spiritual pasien sebagai bagian penting dari proses pemulihan.
Direktur RSU Undana, dr. Efrisca M. Br Damanik, M.Biomed., Sp.PA., MM., menegaskan bahwa sejak 1 Juni 2026 rumah sakit tersebut resmi menerima pasien peserta BPJS Kesehatan melalui skema JKN setelah menuntaskan seluruh tahapan kredensial dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang.
“Mulai 1 Juni 2026, kami siap menerima pasien peserta JKN. Fokus kami bukan hanya pada aksesibilitas, tetapi juga mutu pelayanan yang spesialistik dan akuntabel sesuai standar yang ditetapkan BPJS Kesehatan,” ujar dr. Efrisca.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, dan Direktur RSU Undana. Dengan status sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), RSU Undana dapat memberikan layanan rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan, hingga pelayanan pada ruang perawatan khusus.
Selain memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, RSU Undana juga telah menyelesaikan integrasi sistem digital melalui aplikasi Health Facilities Information System (HFIS). Sistem ini memungkinkan proses administrasi, pendaftaran hingga klaim pelayanan BPJS berjalan lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.
Sebagai rumah sakit pendidikan, RSU Undana didukung tenaga medis, akademisi, fasilitas pendidikan kedokteran, serta peralatan medis modern yang terus dikembangkan. Kombinasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan riset kedokteran di NTT.
Keberadaan layanan BPJS di RSU Undana juga diyakini dapat membantu mengurangi kepadatan antrean pasien rujukan di sejumlah rumah sakit pemerintah yang selama ini menjadi tujuan utama peserta JKN di NTT. Dengan bertambahnya fasilitas rujukan, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Melalui pendekatan yang memadukan layanan medis modern dan pendampingan spiritual, RSU Undana berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis. Model pelayanan ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan, harapan, dan dukungan moral bagi pasien selama menjalani proses pengobatan.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Universitas Nusa Cendana dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan melalui perluasan akses layanan, penguatan sistem JKN, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. **udn