Maumere — Hamparan laut biru Teluk Maumere kembali berbicara tentang keindahannya. Namun di balik pesona terumbu karang, kawanan ikan tropis, dan kejernihan perairan Pulau Pemana, tersimpan pesan yang lebih besar menjaga laut berarti menjaga masa depan Kabupaten Sikka.
Pesan itu disampaikan langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, SH, yang turun menyelam ke dasar perairan Pulau Pemana dalam rangka kampanye pelestarian ekosistem bawah laut.
Dengan perlengkapan selam lengkap, Ny. Fista menelusuri keindahan bawah laut yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sikka. Ia menyaksikan langsung hamparan terumbu karang, berbagai jenis biota laut, hingga ikon bawah laut berupa patung pemain gendang yang menjadi daya tarik wisata bahari Pulau Pemana.
Bagi Ny. Fista, penyelaman tersebut bukan sekadar aktivitas wisata, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kekayaan laut yang menjadi identitas sekaligus sumber kehidupan masyarakat Kabupaten Sikka.
"Menjaga Nian Tana Sikka tidak hanya dilakukan di daratan. Laut adalah bagian dari kehidupan masyarakat kita. Jika laut rusak, maka masa depan generasi mendatang juga ikut terancam," ujarnya.
Di bawah permukaan laut Pulau Pemana, terdapat kawasan transplantasi terumbu karang yang menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan ekosistem laut. Terumbu karang tersebut berfungsi sebagai rumah bagi ribuan biota laut sekaligus benteng alami yang menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Menurut Ny. Fista, kekayaan bawah laut Teluk Maumere merupakan anugerah yang tidak dimiliki semua daerah. Karena itu, perlindungan terhadap laut harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, masyarakat pesisir, nelayan hingga pelaku pariwisata.
Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap ekosistem laut masih nyata, mulai dari praktik penangkapan ikan yang merusak hingga rendahnya kesadaran menjaga kebersihan laut dan pantai.
"Jangan gunakan bom atau racun untuk menangkap ikan. Jangan merusak terumbu karang. Jangan membuang sampah ke laut. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi laut Sikka di masa depan," katanya.
Teluk Maumere selama ini dikenal sebagai salah satu surga bawah laut di Indonesia Timur. Keindahan alamnya menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Sikka sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Nusa Tenggara Timur.
Karena itu, Ny. Fista berharap kampanye pelestarian lingkungan laut tidak berhenti sebagai seremonial semata, melainkan menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran masyarakat.
Di tengah gemuruh ombak Pulau Pemana, pesan itu terasa semakin kuat. Bahwa laut bukan sekadar bentangan air yang memisahkan pulau-pulau, melainkan harta karun biru yang menyimpan kehidupan, harapan, dan masa depan Sikka.
Dan dari dasar laut Teluk Maumere, sebuah ajakan kembali bergema jika ingin Sikka tetap indah dan sejahtera, maka lautnya harus tetap hidup. **ah

