KUPANG – Berawal dari sebuah kampung kecil di Kabupaten Sikka, Flores, KSP Kopdit Pintu Air kini tumbuh menjadi salah satu koperasi besar di Indonesia dengan total aset mencapai Rp2,7 triliun dan jumlah anggota sekitar 506 ribu orang yang tersebar dari Batam hingga Papua.
Perjalanan panjang koperasi tersebut disampaikan langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Umum KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang yang dihadiri Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Selasa (2/6/2026).
Yakobus mengisahkan, koperasi yang kini berkembang pesat itu lahir sekitar 31 tahun lalu di sebuah kampung kecil yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, dengan anggota awal hanya sekitar 50 orang.
“Lembaga ini lahir di satu kampung di Maumere, Kabupaten Sikka. Awalnya hanya 50 orang termasuk saya,” ujarnya.
Menurutnya, sejak awal Kopdit Pintu Air dibangun bukan semata mengejar keuntungan, tetapi hadir sebagai wadah pemberdayaan bagi masyarakat kecil yang rentan secara ekonomi maupun sosial.
“Basis yang kami tangani adalah masyarakat kecil yang rentan secara ekonomi maupun sosial. Karena itu kami hadir dengan hati hamba untuk saling membantu,” katanya.
Yakobus mengatakan, kelompok masyarakat yang menjadi perhatian utama koperasi tersebut antara lain petani, nelayan, peternak, hingga buruh yang selama ini membutuhkan akses permodalan dan pendampingan ekonomi.
Kini, lanjutnya, Kopdit Pintu Air telah berkembang menjadi koperasi nasional dengan total aset mencapai Rp2,7 triliun dan anggota sekitar 506 ribu orang di seluruh Indonesia.
“Total anggota sekarang sekitar 506 ribu dengan aset Rp2,7 triliun. Tapi yang kami kumpulkan bukan hanya uang, melainkan manusianya untuk saling membantu,” jelasnya.
Khusus di Kota Kupang, jumlah anggota Kopdit Pintu Air telah mencapai sekitar 14.500 orang dan terus berkembang hingga melahirkan banyak cabang pelayanan baru di berbagai daerah.
“Cabang Kupang melahirkan banyak cabang lain seperti Tarus, Baun, Penfui, Sikumana, Oepura, Semau, Soe, Sabu, Rote hingga Surabaya,” ungkapnya.
Selain layanan simpan pinjam, Kopdit Pintu Air juga mulai mengembangkan berbagai unit usaha produktif lainnya seperti usaha air minum, garam, pariwisata hingga SPBU yang saat ini masih berkembang di Flores.
Yakobus menegaskan, kekuatan utama koperasi terletak pada rasa memiliki seluruh anggota serta semangat solidaritas untuk saling membantu dalam membangun kesejahteraan bersama.
“Kalau semua komponen punya semangat yang sama untuk saling menolong, saya yakin koperasi ini bisa terus hidup bahkan sampai 1000 tahun,” pungkasnya. **usgo

