Kupang, Mutiara Timur — Universitas San Pedro terus memperluas peluang kerja bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur melalui kerja sama internasional di bidang ketenagakerjaan. Bersama GIZ-MOVE-ID Mataram dan BP3MI, Universitas San Pedro menggelar kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Peluang Kerja di Luar Negeri (Karier Global) di Hotel Harper Kota Kupang, Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas San Pedro dengan GIZ Jerman yang telah dibangun sejak tiga bulan terakhir.
Sambutan Rektor Universitas San Pedro disampaikan oleh Wakil Rektor, Dr. Bertolomeus Bolong, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan, tetapi juga harus membuka akses peluang kerja bagi mahasiswa dan alumni.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat besar bagi generasi muda. Universitas San Pedro tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi cerdas dan kreatif, tetapi juga harus membantu mereka memperoleh ruang aktualisasi diri dan peluang kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi pertama di lingkungan perguruan tinggi di NTT yang melibatkan kerja sama dengan GIZ Jerman terkait peluang kerja luar negeri.
Menurutnya, kerja sama itu merupakan langkah nyata Universitas San Pedro dalam menjawab tantangan tingginya angka pengangguran tenaga kerja terdidik di NTT.
“Data statistik menunjukkan masih banyak tenaga kerja terdidik yang belum bekerja, termasuk lulusan sarjana. Karena itu kampus harus hadir membuka peluang dan jaringan kerja sama, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.
Bertolomeus menambahkan, Universitas San Pedro sebelumnya juga telah mengirim mahasiswa magang ke Israel serta membuka akses program magang ke Jepang dengan berbagai persyaratan kompetensi dan bahasa.
“Kalau ke Jepang harus kursus bahasa Jepang. Semua ada aturan dan persyaratan yang harus dipenuhi. Karena itu mahasiswa harus dipersiapkan secara profesional,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memahami pentingnya migrasi kerja yang legal dan aman.
“Mungkin selama ini orang hanya dengar soal pekerja ilegal di luar negeri. Tetapi mahasiswa adalah tenaga profesional yang harus berangkat melalui jalur resmi dan memiliki kompetensi,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan GIZ ZME Indonesia, Jesika Iren Wiwobo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara GIZ, Universitas San Pedro, dan BP3MI dalam mendukung tata kelola migrasi kerja yang aman.
“Kami menjalankan salah satu proyek terkait tata kelola migrasi dan menggandeng BP3MI untuk memastikan proses migrasi berlangsung secara aman,” katanya.
Menurut Jesika, kebutuhan tenaga kerja di Jerman saat ini cukup tinggi, khususnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kualifikasi sesuai kebutuhan industri.
“Kami berharap mahasiswa dapat aktif bertanya dan berdiskusi agar memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai peluang kerja di luar negeri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BP3MI yang terus mendukung sosialisasi ketenagakerjaan, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa Universitas San Pedro, perwakilan BP3MI, serta tim dari GIZ-MOVE-ID Mataram yang memberikan pemaparan terkait peluang kerja global, prosedur migrasi aman, hingga tantangan dan persiapan bekerja di luar negeri. **go



