KUPANG – Dalam semangat Bulan Maria, Kelompok Arisan Gereja Tua Sikka Kupang menggelar ziarah rohani di Gua Maria Bikoni, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Solidaritas, Kekeluargaan, dan Kebersamaan Anggota Kelompok Keluarga Gereja Tua Sikka Kupang.”
Ziarah berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan melalui perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Pastor Didi Nai, SVD. Dalam homilinya, Pastor Didi mengajak umat meneladani kehidupan Bunda Maria sebagai sosok sederhana, rendah hati, dan terbuka terhadap kehendak Tuhan.
Menurutnya, Maria dipilih Tuhan bukan karena status atau keistimewaan duniawi, melainkan karena ketulusan hati dan keterbukaannya kepada Allah.
“Maria adalah gadis sederhana dari Nazaret, kota kecil yang tidak terkenal. Namun Tuhan berkenan kepadanya karena kerendahan hati, kesederhanaan, dan keterbukaannya terhadap Tuhan serta sesama,” ujar Pastor Didi.
Ia menegaskan bahwa kehidupan Maria penuh tantangan dan pergulatan, namun Maria tetap setia dan percaya kepada Tuhan. Mulai dari menerima kabar sukacita akan mengandung Yesus, menghadapi ancaman Raja Herodes, hingga kehilangan Yesus saat masih kecil, semuanya dijalani Maria dengan iman dan kepasrahan.
“Menjadi orang yang dipilih Tuhan bukan berarti bebas dari persoalan. Maria mengalami banyak kesulitan, tetapi ia tetap berkata, ‘Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu’,” katanya.
Pastor Didi juga mengingatkan pentingnya kepedulian dan solidaritas dalam kehidupan bersama, terutama dalam kelompok arisan keluarga. Ia mencontohkan sikap Maria yang segera pergi membantu Elisabet ketika mendengar saudaranya itu sedang mengandung.
“Arisan jangan hanya menjadi tempat berkumpul untuk urusan uang atau giliran mendapatkan arisan, tetapi harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan saling peduli,” pesannya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan solidaritas akan tumbuh jika setiap anggota memiliki hati yang terbuka dan rela membantu sesama.
Selain itu, Pastor Didi mengajak seluruh peserta ziarah untuk senantiasa bersyukur atas setiap berkat kehidupan sebagaimana dilakukan Maria melalui kidung pujian Magnificat.
“Tidak ada ungkapan syukur yang lebih indah selain seperti Maria yang berkata, ‘Jiwaku memuliakan Tuhan’. Kita diajak untuk selalu memuliakan Tuhan atas segala berkat dan penyertaan-Nya dalam hidup keluarga kita,” tuturnya.
Kegiatan ziarah Bulan Maria tersebut diikuti dengan doa bersama, refleksi iman, dan kebersamaan antaranggota kelompok arisan Gereja Tua Sikka Kupang. Suasana penuh persaudaraan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. **go

