Maumere – Ketimpangan sosial dan lambannya pembangunan infrastruktur kembali menjadi sorotan masyarakat di Desa Gera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka. Warga menilai perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses jalan, hingga kini belum menunjukkan perubahan signifikan.
Hal tersebut disampaikan Melkior Arentus Nggaka saat diwawancarai media. Ia menyoroti kondisi jalan desa yang masih rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Menurut Melkior, masyarakat Desa Gera selama ini hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Namun, buruknya akses jalan membuat aktivitas ekonomi warga terganggu karena hasil kebun sulit diangkut keluar desa.
“Ketika hujan turun, jalan berubah jadi lumpur. Warga kesulitan membawa hasil kebun, anak-anak juga susah pergi sekolah, bahkan kendaraan sering rusak. Ini persoalan lama yang sampai sekarang belum diselesaikan secara serius,” ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat mulai mempertanyakan komitmen pemerintah daerah, termasuk janji-janji Bupati Sikka dan anggota DPRD Dapil IV yang dinilai sering disampaikan saat kunjungan maupun momentum politik, tetapi realisasinya belum dirasakan masyarakat secara nyata.
“Setiap tahun masyarakat terus mendengar janji perbaikan jalan. Tapi kenyataannya kondisi di lapangan masih sama. Kadang jalan baru diperhatikan saat ada kunjungan penting atau kegiatan tertentu, setelah itu kembali dibiarkan,” katanya.
Melkior menilai pembangunan tidak seharusnya hanya menjadi narasi dalam rapat maupun laporan pemerintah, melainkan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat kecil.
Ia juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih terjadi di Desa Gera. Menurutnya, sebagian masyarakat masih hidup dalam keterbatasan akibat minimnya kesempatan kerja dan kurangnya dukungan pembangunan yang merata.
“Kondisi ini membuat banyak anak muda memilih merantau karena merasa desa belum mampu memberikan harapan untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah dan DPRD Dapil IV agar tidak sekadar datang mendengar keluhan masyarakat, tetapi benar-benar memperjuangkan kebutuhan dasar warga, terutama pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Masyarakat tidak meminta kemewahan. Warga hanya ingin keadilan dan perhatian yang nyata. Pembangunan yang baik itu bukan soal banyaknya janji, tetapi sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Melkior.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Gera masih berharap adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD Dapil IV untuk menjawab persoalan infrastruktur dan ketimpangan sosial yang selama ini dikeluhkan warga.**arishalilintar
