Kupang, Mutiara Timur – Proyek pekerjaan bendung pada Daerah Irigasi (DI) Kabunono yang berada di wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) sempat mengalami kendala akibat persoalan sosial di lapangan. Namun saat ini pekerjaan telah kembali dilanjutkan dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I BBWS NT II, Yan Tampani, menjelaskan bahwa pada DI Kabunono terdapat dua sub daerah irigasi, yakni DI Aika dan DI Kabunono/Gunungno. Secara umum pekerjaan di dua lokasi tersebut berjalan, meski khusus di DI Aika sempat terhambat.
“Untuk DI Aika memang ada sedikit masalah sosial di lapangan sehingga pekerjaan sempat terkendala. Tetapi sekarang masalah sosial itu sudah diselesaikan dan pekerjaan sudah dilanjutkan kembali,” ujar Yan Tampani.
Ia mengatakan pihaknya terus melakukan percepatan pekerjaan agar proyek tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya para petani di wilayah setempat.
“Kami kejar supaya akhir Mei ini bisa selesai, tentunya dengan melihat kondisi cuaca di lapangan,” katanya.
Menurut Yan, hambatan utama yang terjadi sebelumnya berkaitan dengan persoalan tanah serta persoalan internal antara pihak pelaksana dengan masyarakat terkait pembayaran hasil pekerjaan.
“Masalah pertama soal tanah. Waktu awal masuk sebenarnya sudah ada informasi, tetapi karena ini program pemerintah maka pekerjaan tetap berjalan. Dalam perjalanan ternyata ditemukan persoalan itu,” jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, terdapat persoalan internal antara pihak kontraktor dan masyarakat yang turut mempengaruhi jalannya pekerjaan.
“Ada juga masalah antara pelaksana dengan masyarakat terkait pembayaran hasil pekerjaan. Tetapi sampai kemarin semuanya sudah diselesaikan dan sekarang pekerjaan sudah on progress kembali,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, sebelum pekerjaan terhenti, progres pembangunan bendung telah mencapai sekitar 125 meter. Setelah pekerjaan kembali dilanjutkan, progres tambahan diperkirakan mendekati 100 meter.
“Kalau sampai sore nanti kemungkinan bisa hampir 100 meter lagi,” ujarnya.
Meski optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, pihak BBWS NT II tetap mempertimbangkan faktor cuaca, terutama curah hujan yang masih cukup tinggi.
“Kalau hujan terus seperti sekarang tentu teman-teman di lapangan juga kesulitan melakukan pengecoran. Karena kalau cor dipaksakan saat musim hujan, kualitasnya tidak terlalu baik,” pungkasnya. **
