Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah

Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Maumere — Hubungan asmara yang dibangun selama sembilan tahun antara Endy dan Elen berakhir ricuh hanya empat hari setelah prosesi pertunangan digelar. Peristiwa itu memicu sengketa adat di Kabupaten Sikka setelah pihak keluarga laki-laki menuntut pengembalian hantaran adat dua kali lipat.

Endy, pegawai perusahaan leasing di Maumere, resmi meminang Elen yang bekerja di Bank NTT pada 26 April 2026. Dalam prosesi itu, cincin pertunangan disematkan dan kedua keluarga sepakat melanjutkan tahapan adat pada 30 April 2026 untuk membahas belis dan rencana pernikahan.

Namun malam pembicaraan adat berlangsung, Elen tidak hadir dengan alasan masih bekerja lembur karena tutup buku kantor.

“Awalnya masih bisa dihubungi. Tapi setelah lewat pukul sembilan malam, teleponnya sudah tidak aktif,” kata Endy kepada wartawan, Rabu, 14 Mei 2026.

Kecemasan membuat keluarga dan teman-teman dekat ikut mencari keberadaan Elen hingga akhirnya sepeda motor perempuan itu ditemukan terparkir di salah satu hotel di Maumere.

Endy mengaku menunggu berjam-jam di lokasi tersebut sebelum akhirnya melihat tunangannya keluar sekitar pukul tiga dini hari bersama seorang pria lain.

“Saya sangat kecewa. Baru empat hari kami tunangan,” ujarnya.

Peristiwa itu langsung memicu keputusan keluarga besar untuk membatalkan pertunangan dan meminta seluruh hantaran adat dikembalikan sesuai ketentuan adat Sikka.

Menurut delegasi keluarga laki-laki, dalam tradisi adat Sikka, pihak yang dianggap melanggar kesepakatan pertunangan wajib mengembalikan barang adat dua kali lipat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada keluarga besar.

Keluarga perempuan sempat menyatakan siap memenuhi tuntutan tersebut. Namun hingga tenggat waktu yang disepakati, pengembalian adat tidak terlaksana sesuai hasil pembicaraan awal.

Persoalan itu kemudian dibawa ke tingkat kelurahan untuk dimediasi.

Pada 13 Mei 2026, keluarga perempuan akhirnya menyerahkan kembali sebagian hantaran adat kepada pihak laki-laki. Namun keluarga Endy menilai proses tersebut belum memenuhi ketentuan adat yang berlaku.

“Kami terima supaya persoalan ini selesai. Tapi adat seharusnya tetap dihormati,” kata Kumeng, delegasi keluarga Endy.

Meski kecewa, Endy mengaku memilih menerima kenyataan dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

“Mungkin memang bukan jodoh saya,” katanya. **arishalilintar 



Baca Juga
Tag:
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
Berita Terbaru
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
  • Tunangan Baru Empat Hari, Calon Pengantin Perempuan Digerebek Keluar Hotel Bersama Pria Lain
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal










Terpopuler
  • Jiwa Besar Presiden Prabowo Evaluasi MBG dan Efisiensi Anggaran Percepat Pembangunan Daerah Miskin di Indonesia Timur

  • Christian Widodo Kukuhkan PKBI Kota Kupang, Daerah Pertama di NTT yang Miliki Tim Eksekutif

  • Bangun Identitas Kota Lewat Maskot dan Budaya, Pemkot Kupang Matangkan City Branding

  • Tembok Tinggi Polres Sikka Jadi Sorotan: Benteng Keamanan atau Simbol Jarak dengan Rakyat?

  • Grace Natalie Minta PSI NTT Perkuat Struktur hingga Desa, Bidik Kemenangan Besar pada Pemilu 2029

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.