Maumere – Tragedi kembali menyelimuti Kabupaten Sikka. Seorang pria berinisial AML (29), warga Dusun Lua, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kebun milik keluarganya pada Jumat, 29 Mei 2026.
Peristiwa ini menambah deretan kasus bunuh diri yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka. Fenomena tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap persoalan kesehatan mental yang kian menjadi perhatian publik.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sebelumnya masih beraktivitas seperti biasa dan sempat makan siang bersama keluarga sekitar pukul 13.00 Wita. Namun tidak lama kemudian, keberadaannya tidak lagi diketahui oleh anggota keluarga.
Pencarian dilakukan di sekitar rumah hingga ke area kebun yang berada di belakang permukiman. Di lokasi itulah korban ditemukan dalam kondisi tergantung pada dahan pohon mente menggunakan tali nilon.
Keluarga yang menemukan korban berupaya memberikan pertolongan dengan menurunkannya dari pohon. Setelah tali dipotong, korban segera dibawa ke Puskesmas Waigete. Namun tenaga medis menyatakan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kapolres Sikka melalui Kasie Humas Ipda Leonard Tunga mengatakan aparat Polsek Waigete langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari keluarga. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis dan Tim Identifikasi Polres Sikka.
"Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban," kata Leonard.
Menurut dia, keluarga menyampaikan bahwa korban diduga mengalami depresi sejak berhenti bekerja sebagai anak buah kapal pada tahun 2025. Dalam kesehariannya, korban disebut lebih sering menyendiri dan mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Yang memprihatinkan, lanjut Leonard, korban diketahui pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya. Namun upaya tersebut selalu berhasil digagalkan oleh keluarga.
"Korban beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya, tetapi selalu berhasil dicegah oleh keluarga," ujarnya.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Penolakan itu telah dibuat dalam surat pernyataan resmi yang disampaikan kepada kepolisian. Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka di Dusun Lua, Desa Hoder.
Kasus ini kembali menyoroti meningkatnya fenomena bunuh diri di Kabupaten Sikka dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah kalangan menilai persoalan kesehatan mental tidak lagi dapat dipandang sebagai masalah pribadi semata, melainkan isu sosial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas.
Tragedi yang menimpa AML menjadi pengingat bahwa mereka yang mengalami tekanan psikologis memerlukan pendampingan, perhatian, dan akses layanan kesehatan mental yang memadai agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
