Maumere — Kedatangan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, di Kabupaten Sikka pada Jumat sore, 29 Mei 2026, menjadi perhatian besar masyarakat Flores. Sejak beberapa jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Frans Seda Maumere, area kedatangan telah dipadati pejabat daerah, pengurus koperasi, aparat keamanan, hingga warga yang ingin menyambut langsung kehadiran Menteri Koperasi RI.
Pesawat yang membawa Menteri Ferry Juliantono bersama rombongan tiba sekitar pukul 16.25 WITA. Kedatangannya disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pengurus koperasi dengan prosesi pengalungan kain adat khas Sikka sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh nuansa budaya Flores. Pengalungan kain adat menjadi simbol penghormatan masyarakat Kabupaten Sikka terhadap kehadiran pemerintah pusat yang datang membawa agenda penguatan koperasi dan ekonomi kerakyatan di wilayah timur Indonesia.
Dari bandara, rombongan Menteri Koperasi RI melanjutkan perjalanan menuju Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas. Setibanya di lokasi, Menteri Ferry kembali disambut keluarga besar Obor Mas dengan prosesi adat dan pengalungan sebagai bentuk penerimaan secara adat oleh masyarakat dan insan koperasi di Flores.
Kehadiran Menteri Koperasi RI di Maumere menjadi perhatian luas, khususnya di kalangan pelaku koperasi dan UMKM. Banyak pihak menilai kunjungan tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat berbasis koperasi di Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Dalam agenda kunjungannya, Menteri Ferry Juliantono dijadwalkan menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Kopdit Obor Mas serta mengikuti sejumlah pertemuan bersama pengurus koperasi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha mikro kecil menengah.
Momentum tersebut dinilai penting karena Maumere kembali dipercaya menjadi pusat agenda strategis gerakan koperasi nasional. Kehadiran Menteri Koperasi RI juga dianggap membawa optimisme baru bagi penguatan koperasi modern dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah.
Bagi masyarakat Flores, kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan. Kehadiran pemerintah pusat di tengah geliat koperasi rakyat dinilai menjadi tanda bahwa daerah mulai mendapat ruang lebih besar dalam peta pembangunan ekonomi nasional. **ah

