Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah
  • Ekonomi

Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

Maumere — Sejumlah mama-mama pedagang di Pasar Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, mengeluhkan kondisi pasar yang dinilai belum layak. Hingga kini, banyak pedagang masih berjualan di atas tanah dengan alas karung dan kardus karena belum tersedia lapak yang memadai.

Di bawah terik matahari, para pedagang menjual siri pinang, sayur, dan kebutuhan harian lainnya di emperan pasar maupun pinggir jalan. Kondisi itu kembali terlihat saat aktivitas pasar membludak pada Jumat.

“Mereka minta kami bayar tarif setiap hari, tapi sampai sekarang kami jualan di atas tanah beralas karung dan kardus. Tidak ada lapak dan tempat teduh untuk kami,” keluh Mama Maria Mersa kepada media ini.

Menurut para pedagang, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Mereka mengaku kecewa karena tetap diminta membayar retribusi, sementara fasilitas pasar dinilai belum memadai.

Para pedagang meminta Bupati dan Wakil Bupati Sikka bersama DPRD Kabupaten Sikka turun langsung ke Pasar Wairkoja agar melihat kondisi riil masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang.

“Kami minta bapak bupati, wakil bupati, dan DPRD datang lihat sendiri kondisi kami di pasar. Jangan hanya dengar laporan,” ujar pedagang lainnya.

Pantauan media ini menunjukkan sebagian besar area pasar telah dipenuhi pedagang. Banyak penjual akhirnya memilih berjualan di luar kawasan pasar hingga ke badan jalan karena tidak mendapatkan tempat di dalam pasar.

Akibatnya, arus kendaraan di sekitar Pasar Wairkoja kerap mengalami kemacetan panjang setiap hari pasar. Aktivitas perdagangan bercampur dengan kendaraan pengunjung membuat kawasan pasar semakin semrawut.

Sejumlah warga menilai lemahnya pengawasan dan keterbatasan fasilitas menjadi penyebab utama kondisi pasar sulit ditata.

Kepala Pasar Kewapante, Aurelius Elen Prino, membenarkan bahwa kapasitas pasar saat ini belum mampu menampung seluruh pedagang yang datang setiap hari pasar, terutama penjual harian seperti siri pinang dan sayur.

“Setelah penertiban, pasar mulai ramai dan aktivitasnya sebenarnya sudah bagus. Tetapi karena jumlah penjual semakin banyak, tempat yang ada belum mampu menampung semuanya,” ujar Aurelius.

Menurut dia, pihak pengelola pasar terus berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penertiban secara berkala agar kawasan pasar tetap tertata.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Satpol PP supaya penertiban terus dilakukan agar kondisi Pasar Wairkoja lebih baik ke depan,” katanya.

Aurelius juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung di pasar, mulai dari lampu penerangan, CCTV untuk mencegah pencurian, hingga kebutuhan area parkir dan akses jalan yang memadai.

“Kalau mau pasar ini lebih ramai dan tertata, harus ada tempat parkir dan akses jalan yang baik. Bahkan kalau perlu dibangun terminal di sini supaya aktivitas pasar lebih teratur,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Sikka, Ignatius S.E., mengatakan pemerintah daerah terus melakukan penataan pasar secara bertahap. Ia mengakui kondisi pasar saat ini memang belum sepenuhnya mampu menampung seluruh pedagang.

“Kami datang hampir setiap pagi ke pasar. Tempatnya memang belum memadai sehingga belum semua pedagang bisa diatur berjualan di dalam pasar,” katanya.

Menurut Ignatius, pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan pengembangan fasilitas pasar, termasuk penambahan lapak harian maupun bulanan agar para pedagang memiliki tempat berjualan yang lebih layak.

Ia menjelaskan, selama ini pasar telah memiliki los dan kios yang diprioritaskan bagi pedagang tertentu, sedangkan pedagang harian masih menggunakan area pelataran pasar sehingga siapa saja dapat datang berjualan tanpa sistem klaim tempat.

“Ke depan pemerintah akan siapkan lapak harian maupun bulanan supaya ada rasa keadilan bagi semua pedagang,” ujarnya.

Meski demikian, para pedagang berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menghadirkan fasilitas pasar yang benar-benar layak bagi masyarakat kecil yang setiap hari bertahan hidup dari jual beli di Pasar Wairkoja. **ah

Baca Juga
Tag:
  • Daerah
  • Ekonomi
Bagikan:
Berita Terkait
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
Berita Terbaru
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
  • Kami Bayar Retribusi, Tapi Jualan di Atas Tanah Beralas Karung dan Kardus”: Pedagang Pasar Wairkoja Desak Pemkab Sikka Benahi Pasar
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • GMNI Sikka Lapor Mabes Polri: "Jangan Biarkan Mahasiswa Mengalami Kekerasan Saat Menyampaikan Aspirasi"

  • “Jangan Jadikan Polisi Alat Pembungkam Rakyat” GRIB Jaya Sikka Desak Oknum Pemukul Massa Dipecat

  • Enam Bulan Ambulance Lumpuh, Nyawa Warga Doreng Dipertaruhkan: Dinas Kesehatan Sikka Diminta Jangan Tutup Mata

  • Demo Cari Keadilan untuk Noni Berujung Gesekan, Advokat Muda Desak Kapolres Sikka Evaluasi Anggota

  • "Jangan Lindungi Pelaku di Balik Seragam,” Ketua GMNI Sikka Soroti Lambannya Penanganan Dugaan Kekerasan Aparat

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.