KUPANG – Festival Budaya Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Tahun 2026 resmi digelar mulai 25 hingga 27 Mei 2026 dengan mengangkat tema “Flobamora Berkreasi di Kelurahan TDM”. Kegiatan tersebut menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus ruang kreativitas masyarakat di wilayah Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Ketua Panitia, Dicky Ataupah, saat diwawancarai media, Senin (25/05/2026), mengatakan bahwa kegiatan budaya tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat Kota Kupang, khususnya di Kelurahan Tuak Daun Merah.
“Event budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya daerah, dan memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda,” ujar Dicky.
Menurutnya, melalui tema Flobamora Berkreasi, panitia ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menjelaskan, dalam pembukaan festival budaya tersebut, panitia menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal yang dibawakan oleh lima sanggar seni budaya di Kelurahan TDM. Penampilan itu turut menyambut kehadiran Wali Kota Kupang bersama rombongan pada acara pembukaan.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Kelurahan TDM memiliki banyak potensi budaya yang harus terus dikembangkan dan dipromosikan,” katanya.
Dicky menuturkan, peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas seni budaya, kelompok tenun ikat, pelaku UMKM, mahasiswa STIKES Nusantara, hingga lembaga pendidikan di wilayah TDM seperti TK/PAUD, SDN TDM, SMPN 21 Kupang, dan SMA St. Jansen Arnoldus.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan festival tersebut, di antaranya karnaval budaya, lomba solo lagu daerah, tarian kreasi budaya, fashion show budaya, serta pameran UMKM lokal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan bakat generasi muda sekaligus membantu pelaku UMKM mempromosikan produk mereka,” tambahnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, panitia membutuhkan anggaran sekitar Rp35 juta yang bersumber dari dukungan Pemerintah Kota Kupang, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), pelaku usaha, UMKM, serta berbagai pihak yang peduli terhadap pengembangan budaya masyarakat.
Di akhir keterangannya, Dicky Ataupah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik dalam bentuk dukungan moril maupun materil. Jika dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan, kami mohon maaf dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan ke depan,” pungkasnya. **go
