Maumere – Di tengah tepuk tangan ribuan anggota yang memenuhi ruang sidang Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XLII Tahun Buku 2025, sebuah babak baru resmi dimulai bagi KSP Kopdit Obor Mas. Sabtu malam, 30 Mei 2026, jajaran pengurus dan pengawas periode 2026–2029 dilantik untuk memimpin salah satu koperasi kredit terbesar di Nusa Tenggara Timur yang kini mengelola aset lebih dari Rp1,527 triliun.
Pelantikan yang dilakukan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Linus Lusi, bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momen itu menjadi penanda lahirnya kepemimpinan baru yang akan menentukan arah perjalanan Obor Mas di tengah tuntutan zaman yang terus berubah.
Di usia ke-42 tahun, Obor Mas tidak lagi dipandang hanya sebagai koperasi kredit yang melayani kebutuhan anggota. Dalam pembukaan RAT sebelumnya, Menteri Koperasi Republik Indonesia bahkan menyebut Obor Mas sebagai salah satu kebanggaan nasional dan mendorongnya mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi rakyat.
Karena itu, kepengurusan baru menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding sekadar menjaga stabilitas organisasi. Mereka dituntut mampu membawa Obor Mas memasuki era baru, memperkuat sektor usaha produktif, memperluas manfaat ekonomi anggota, serta menjaga kepercayaan puluhan ribu anggota yang telah dibangun selama lebih dari empat dekade.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan disaksikan unsur pemerintah, gerakan koperasi, tokoh agama, serta mitra kerja yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Obor Mas.
Sebelum ditetapkan, para calon pengurus dan pengawas terlebih dahulu melewati tahapan pemilihan dan uji kelayakan serta kepatutan yang menjadi mekanisme resmi organisasi. Hasilnya kemudian disahkan dalam forum RAT sebagai keputusan tertinggi anggota koperasi.
Dalam struktur baru tersebut, Theresia Angelina Bala dipercaya menakhodai KSP Kopdit Obor Mas sebagai Ketua Pengurus periode 2026–2029. Ia didampingi Valerianus Samador sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Pendidikan dan Umum, Valentinus Vidis sebagai Wakil Ketua Bidang Usaha dan Permodalan, serta Aleksius Bartolomeus sebagai Wakil Ketua Bidang Manajemen dan Keuangan.
Sementara posisi Sekretaris I dipercayakan kepada Elbert Selong Parera dan Sekretaris II kepada Andreas Mbete. Jabatan Bendahara diemban Federik Edmundus Dantes.
Pada jajaran pengawas, Dr. Yosephina Andia Dekrita dipercaya sebagai Ketua Pengawas. Ia didampingi Konstatinus Patisanga sebagai Sekretaris serta Martina Alexa Meso, Roneni Sisilia, dan Dr. Imanuel Welem sebagai anggota pengawas.
Dengan aset yang telah menembus Rp1,527 triliun, kepengurusan baru mewarisi organisasi yang tumbuh kuat dan menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat di Flores dan Nusa Tenggara Timur. Namun besarnya capaian itu sekaligus menghadirkan tanggung jawab yang tidak ringan.
Harapan anggota kini tertuju pada kemampuan para pemimpin baru menjaga integritas, memperkuat tata kelola, mempercepat digitalisasi layanan, dan memastikan koperasi tetap relevan menghadapi perubahan ekonomi yang semakin dinamis.
Malam pelantikan itu bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi. Ia menjadi simbol berlanjutnya sebuah gerakan ekonomi rakyat yang telah tumbuh dari kampung-kampung kecil di Flores hingga menjelma menjadi kekuatan koperasi yang diperhitungkan di tingkat nasional.
