Scroll untuk melanjutkan membaca
  • Kategori
  • _Nasional
  • _Daerah
  • _Politik
  • _Hukum Kriminal
Mutiara-timur.com

Mutiara-timur.com

  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • POLITIK
  • HUKUM KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • Beranda
  • Daerah

Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KUPANG – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, meresmikan Tugu Pilu Tuan yang terletak di Kelurahan Fatukoa, Selasa (5/5). Tugu ini menjadi penanda batas wilayah antara Kota Kupang di Kelurahan Fatukoa dan Kabupaten Kupang di Desa Oelomin.

Peresmian tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Johny Luther Sau, para kepala perangkat daerah lingkup Kota Kupang, Camat Maulafa, Plt. Lurah Fatukoa, Wakil Ketua LPM Kelurahan Fatukoa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bentuk cinta dan perhatian kepada warga. Ia bahkan menyempatkan diri hadir di sela agenda bersama Menteri demi bertemu langsung dengan masyarakat Fatukoa.

“Saya ingin bertemu dengan warga saya di Kelurahan Fatukoa. Ini bentuk cinta dan sayang saya untuk warga,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membangun tugu tersebut secara swadaya. Menurutnya, Tugu Pilu Tuan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan memiliki makna simbolis sebagai perekat hubungan antara warga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Tugu ini bukan hanya bangunan, tetapi simbol kebersamaan, cinta, dan sejarah antara warga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang,” ungkapnya.

Sebagai titik perbatasan, lanjutnya, tugu ini menjadi wajah pertama Kota Kupang bagi masyarakat yang datang dari wilayah Kabupaten Kupang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar.

“Ini wajah pertama kita. Kalau saudara-saudari dari Kabupaten masuk ke Kota Kupang, mereka akan lihat ini duluan. Jadi mari kita jaga bersama,” pesannya.

Wali Kota juga mengapresiasi kondisi lingkungan yang sudah tertata rapi serta pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut yang dinilai sangat baik. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, DPRD, serta dukungan balai terkait.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan responsif. Ia meminta lurah dan camat agar sigap menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat.

“Pemerintah bukan lagi yang memerintah, tetapi yang melayani. Kalau ada keluhan, sampaikan. Lurah dan camat harus cepat tanggap,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dalam keberagaman. Menurutnya, harmoni dalam kehidupan bermasyarakat tercipta dari keseimbangan, bukan keseragaman.

“Kita berbeda-beda, tapi punya tujuan yang sama, yaitu membangun Kota Kupang menjadi lebih baik. Harmoni itu bukan sama, tapi seimbang,” pungkasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Fatukoa, Daniel Boen Balan, dalam sekapur sirihnya menegaskan bahwa keberadaan tugu batas tersebut bukan dimaksudkan sebagai pemisah antarwilayah, melainkan sebagai simbol pemersatu masyarakat di dua wilayah.

“Ini bukan sebuah pembatas untuk memisahkan kita warga Fatukoa dengan warga Desa Oelomin, melainkan sebuah penegasan simbolis untuk menyatukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, batas wilayah baik secara fisik maupun administratif menjadi pedoman dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih tertib serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, tugu tersebut dibangun secara swadaya oleh RT 23 bersama masyarakat. Dengan berdirinya tanda batas itu, diharapkan ada kepastian wilayah, sinergi pembangunan, serta persatuan antarwarga.

“Dengan berdirinya tanda batas ini, kami berharap ada kepastian wilayah, sinergi pembangunan, serta persatuan. Mari kita jaga batas ini sebagai simbol kerja sama, bukan sekat pemisah,” pungkasnya.

Kalau mau, saya bisa bantu buatkan versi yang lebih “tajam” lagi untuk headline portal biar CTR-nya lebih tinggi. **(go)

Baca Juga
Tag:
  • Daerah
Bagikan:
Berita Terkait
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
Berita Terbaru
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
  • Bukan Sekadar Tugu! Pilu Tuan Jadi Simbol Persatuan Kota dan Kabupaten Kupang
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal








Terpopuler
  • GMNI Sikka Lapor Mabes Polri: "Jangan Biarkan Mahasiswa Mengalami Kekerasan Saat Menyampaikan Aspirasi"

  • Demo Cari Keadilan untuk Noni Berujung Gesekan, Advokat Muda Desak Kapolres Sikka Evaluasi Anggota

  • Direktur PDAM Sikka Tegaskan Rekrutmen Sudah Dirancang Sebelum Jadi Sorotan Publik

  • Saat Bullying Jadi Ancaman Nyata, Advokat Muda di Maumere Turun Langsung ke Sekolah

  • Bak Air Rp65 Juta di Pelibaler Tak Berfungsi, Warga Curiga Proyek “Setengah Jalan”

Mutiara Timur Sponsor
Artikel Lainnya
Tutup Iklan
Mutiara Timur
Mutiara dari timur
  • Tentang Kami
  • Langganan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Info Kerjasama
  • Karir
Copyright © 2025 Mutiara Timur from Nusacloudhost.com. All rights reserved.