Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi Direktur RSUD, dr. Stef Soka Dhe Soka bersama jajaran manajemen rumah sakit. Mereka meninjau sejumlah fasilitas penting seperti loket pendaftaran pasien rawat jalan dan rawat inap, ruang pelayanan bank darah, hingga berbagai fasilitas medis lainnya.
Johni Asadoma menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menyiapkan pengembangan rumah sakit yang lebih modern.
“Rumah sakit ini sudah berusia lebih dari 60 tahun. Sementara kebutuhan masyarakat semakin meningkat dan peralatan medis juga semakin canggih. Karena itu, kita merencanakan pembangunan rumah sakit modern yang lebih representatif,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi medis harus didukung dengan infrastruktur yang memadai. Ia menilai kondisi saat ini belum sepenuhnya ideal karena keterbatasan ruang dan fasilitas.
“Jangan sampai alatnya sudah modern, tetapi ruangannya tidak mendukung. Ini harus kita benahi secara menyeluruh dan terencana,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, akan mengupayakan pembangunan rumah sakit baru melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga, sehingga ke depan RSUD ini bisa menjadi rumah sakit rujukan yang membanggakan masyarakat NTT.
Selain itu, Wagub juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan untuk tetap mengutamakan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pastikan pasien mendapatkan pelayanan maksimal agar proses penyembuhan berjalan baik,” tambahnya.
Tinjau Rumah Dinas, Pemprov NTT Fokus Optimalkan Aset Daerah
Usai dari RSUD, Wagub Johni Asadoma melanjutkan peninjauan ke sejumlah rumah dinas milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT bersama Kepala Dinas, Zet Sony Libing.
Dari enam unit rumah dinas yang dimiliki, dua unit menjadi fokus peninjauan, yakni rumah dinas di kawasan Fontein yang dalam kondisi rusak berat, serta rumah dinas di Kelurahan Oeba yang masih layak huni dan ditempati ASN aktif.
Selain itu, empat unit lainnya tersebar di Kelurahan Kuanino, Naikoten I, Naikolan, dan Merdeka.
Wagub menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengelolaan aset secara optimal guna meningkatkan nilai guna dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jika kondisi ekonomi dan PAD meningkat, kita akan lakukan rehabilitasi bahkan pembangunan baru agar aset ini lebih produktif,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah rumah dinas yang masih dalam kondisi baik telah dimanfaatkan melalui sistem sewa, sementara yang rusak berat akan menjadi prioritas penanganan ke depan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov NTT dalam memperkuat tata kelola aset daerah yang transparan, efisien, serta berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik. **#AyoBangunNT
