"Wali Kota Kupang Christian Widodo mengunjungi Uskup Maumere dalam perjalanan pulang kampung ke Sikka. Kunjungan ini memadukan nilai keluarga, spiritualitas, dan visi pembangunan NTT."
Maumere, Mutiara-Timur.com – Di tengah padatnya agenda sebagai pemimpin Kota Kupang, Wali Kota Kupang, Christian Widodo memilih kembali sejenak ke akar kehidupannya di Maumere, Kabupaten Sikka. Kunjungan yang dimulai sejak 22 Maret 2026 ini menjadi momentum penting yang memadukan nilai keluarga, spiritualitas, dan refleksi kepemimpinan.
Didampingi sang istri serta kedua orang tuanya, Theo Widodo dan Theressia Avilla, Christian memulai perjalanan dengan mengunjungi Kelurahan Beru kampung halaman ibunya. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa saat ia berkumpul bersama keluarga besar, mempererat kembali ikatan yang telah lama terjalin.
Dalam rangkaian kunjungannya, Christian juga bersilaturahmi dengan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu Uskup Maumere. Pertemuan ini menjadi momen refleksi iman sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah. Dialog yang terjalin berlangsung hangat dan penuh makna.
Perjalanan spiritual berlanjut ke Pemakaman Ile Getang di Nangameting. Di tempat tersebut, Christian mengikuti prosesi pemberkatan makam kakek dan neneknya. Dalam suasana hening dan doa, ia meneguhkan kembali nilai-nilai keluarga yang menjadi fondasi dalam perjalanan hidup dan kepemimpinannya.
Tak hanya itu, kunjungan juga menyentuh aspek intelektual. Di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Christian disambut langsung oleh Rektor, Otto Gusti Madung. Diskusi yang berlangsung membahas perkembangan kampus yang kini bertransformasi ke bidang teknologi kreatif seperti desain komunikasi visual dan sistem informatika.
Rangkaian kegiatan semakin lengkap dengan kunjungan ke Museum Bikon Blewut yang menyimpan sejarah peradaban purba Flores. Ia juga melanjutkan ziarah ke Ritapiret, tempat bersejarah yang pernah dikunjungi Paus Yohanes Paulus II, sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya.
Kunjungan ditutup dengan diskusi santai bersama civitas akademika IFTK Ledalero yang membahas pentingnya pembangunan sumber daya manusia unggul demi masa depan Nusa Tenggara Timur.
Bagi Christian Widodo, perjalanan ini bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga “pulang ke nilai”—sebuah refleksi untuk memperkuat identitas, memperluas jejaring, serta meneguhkan komitmen membangun daerah dengan fondasi kemanusiaan dan spiritualitas yang kokoh.
