Maumere — Nasib memprihatinkan dialami pasangan lansia di Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Di tengah kondisi rumah yang nyaris roboh akibat diterpa angin kencang, respons pemerintah desa justru dinilai lamban dan minim perhatian.
Pasangan Pidelis Liseng dan Maria Piteja kini harus bertahan hidup di rumah yang tidak lagi layak huni. Atap alang-alang yang sebelumnya menjadi pelindung telah hancur, sementara penutup darurat berupa terpal dan seng bekas tidak mampu menahan hujan dan angin.
Melihat kondisi tersebut, Penjabat Desa Watumerak, Yan Boy, mengambil langkah cepat dengan turun langsung ke lokasi, meski wilayah tersebut bukan berada dalam tanggung jawab administratifnya.
“Saya memang bukan penjabat di Desa Nenbura, tetapi sebagai pemimpin kita harus punya kepekaan. Saya siap membantu dengan kemampuan pribadi,” tegasnya di lokasi.
Yan Boy juga mendorong Ketua BPD setempat agar segera mengambil langkah darurat melalui swadaya, terutama untuk kebutuhan dasar seperti seng, paku, dan balok. Ia turut menekankan pentingnya memasukkan keluarga lansia tersebut sebagai prioritas penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
Tak hanya satu keluarga, sedikitnya empat kepala keluarga di Dusun Hepang masuk kategori miskin ekstrem, mayoritas merupakan janda lanjut usia dengan kondisi rumah yang memprihatinkan.
Warga pun meluapkan kekecewaan terhadap Pemerintah Desa Nenbura. Mereka menilai tidak ada upaya seriusan, bahkan pendataan kerusakan rumah dan dampak terhadap tanaman warga tidak dilakukan.
“Kalau musim politik, mereka datang cari suara. Tapi setelah itu kami ditinggalkan,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.
Selain itu, warga juga menyoroti minimnya perjuangan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik, hingga akses internet.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Nenbura, pihak Kecamatan Doreng, maupun Pemerintah Kabupaten Sikka.
Peristiwa ini menjadi potret nyata lemahnya respons pemerintah di tingkat desa dalam menangani kondisi darurat. Di sisi lain, langkah cepat yang diambil seorang penjabat lintas wilayah justru menunjukkan bahwa kepedulian individu masih menjadi harapan di tengah lambannya sistem.
Kasus ini menegaskan bahwa kehadiran negara seharusnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama saat mereka berada dalam kondisi paling rentan. **arishalilintar
