Kupang, Mutiara-Timur.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kelulusan siswa pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Seluruh sekolah menengah diinstruksikan untuk mengintensifkan latihan soal dan simulasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai strategi utama menghadapi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kebijakan ini disampaikan Kepala Dinas P&K NTT, Ambrosius Kodo, dalam kegiatan evaluasi SNBP dan sosialisasi SNBT 2026 yang digelar bersama Universitas Nusa Cendana secara daring.
Dinas P&K NTT menegaskan bahwa pola pembelajaran di semester genap tidak lagi berjalan seperti biasa. Sekolah diminta menjadikan periode ini sebagai fase intensif untuk “drill” soal dan simulasi ujian secara terukur.
Langkah ini dinilai penting untuk membentuk kesiapan akademik sekaligus mental siswa dalam menghadapi persaingan nasional yang semakin ketat.
“Pendekatan konvensional tidak cukup. Harus ada latihan terstruktur dan simulasi berkala agar siswa terbiasa dengan pola UTBK,” tegas Ambrosius.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong agar Tes Kemampuan Akademik (TKA) ke depan dapat menjadi indikator kesiapan siswa menuju pendidikan tinggi, sehingga motivasi belajar lebih terarah dan konsisten.
Tak hanya fokus pada aspek akademik, peran kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK) juga menjadi perhatian utama.
Sekolah diminta aktif mendampingi siswa dalam menentukan pilihan program studi, termasuk: Memetakan minat dan kemampuan siswa, memberikan informasi akreditasi jurusan, menjelaskan prospek karier di masa depan.
Pendampingan ini penting agar siswa tidak salah memilih jurusan dan dapat menghindari penumpukan pendaftar pada program studi dengan tingkat persaingan tinggi.
Langkah intensifikasi simulasi UTBK ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi NTT untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tingkat nasional.
Evaluasi jalur prestasi (SNBP) sebelumnya menunjukkan perlunya akselerasi dalam kesiapan siswa, baik dari sisi akademik maupun strategi pendaftaran.
Dengan kebijakan ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah siswa NTT yang berhasil lolos ke PTN unggulan di seluruh Indonesia.
Dinas P&K NTT juga menegaskan akan terus memantau pelaksanaan simulasi di setiap sekolah. Tujuannya memastikan seluruh siswa memiliki kesiapan optimal sebelum pelaksanaan UTBK.
Sebagai informasi, UTBK SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–30 April 2026, dengan pengumuman hasil pada 25 Mei 2026.
Dengan pendekatan baru yang lebih terstruktur dan berbasis latihan intensif, NTT berharap mampu mencetak lebih banyak lulusan yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri, sekaligus meningkatkan kualitas SDM daerah secara berkelanjutan. **go
