![]() |
| Foto: ilustrasi |
MAUMERE – Peristiwa tragis rumah roboh di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menimpa dua warga lanjut usia di Desa Nenbura, Kecamatan Doreng. Hingga kini, mereka hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa bantuan pemerintah.
Dua lansia tersebut, Pidelis Liseng dan Maria Piteja, harus bertahan di rumah yang nyaris roboh setelah diterpa angin kencang beberapa waktu lalu. Atap alang-alang yang selama ini menjadi pelindung utama terlepas dan hancur, menyisakan bangunan yang tak lagi layak dihuni.
Sejak kejadian itu, keduanya hidup dalam kondisi darurat. Terpal yang sempat digunakan sebagai penutup sementara tidak mampu bertahan lama karena rusak dihantam hujan dan angin.
Kini, mereka hanya mengandalkan beberapa lembar seng bekas yang dipasang seadanya. Namun, setiap hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam rumah.
Akibatnya, lantai rumah menjadi becek dan tergenang air. Kondisi tersebut membuat tempat tinggal mereka jauh dari kata layak, bahkan lebih menyerupai kandang daripada hunian manusia.
Di usia senja, Pidelis dan Maria harus menjalani hari-hari penuh keterbatasan dalam situasi yang sangat memprihatinkan.
Dengan penuh harap, keduanya mengaku sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, khususnya Pemerintah Desa Nenbura. Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bantuan yang datang.
Tidak terlihat adanya langkah darurat dari pemerintah setempat. Bantuan awal pun belum diterima, sementara kondisi rumah semakin memburuk setiap kali hujan turun.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai kehadiran negara bagi warga yang berada dalam kondisi rentan.
Minimnya respons dari pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten menjadi sorotan serius. Di tengah berbagai program pembangunan yang terus digaungkan, masih ada warga yang hidup tanpa perlindungan dasar.
“Di saat anggaran terus dibahas dan program terus dijalankan, dua lansia di Sikka justru harus tidur di genangan air,” demikian sorotan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kondisi ini memicu perhatian publik dan berpotensi viral di media sosial, sekaligus menjadi ujian nyata bagi kepekaan pemerintah terhadap warganya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, maupun Pemerintah Kabupaten Sikka belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.
Ketidakhadiran respons ini semakin memperkuat kesan adanya pembiaran terhadap warga yang membutuhkan bantuan mendesak. **go
