MAUMERE, MUTIARA TIMUR – Bencana hujan deras disertai angin kencang yang melanda Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan duka mendalam bagi warga Dusun Dobo, RT 02/RW 01.
Cuaca ekstrem yang terjadi selama dua hari terakhir itu menyebabkan sejumlah rumah warga roboh. Puing-puing kayu, seng, dan perabot rumah tangga kini berserakan di sekitar permukiman warga yang terdampak.
Data sementara yang dihimpun di lapangan menyebutkan 12 rumah warga terdampak, dengan enam rumah di antaranya hancur total hingga rata dengan tanah akibat terjangan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
Peristiwa tersebut terjadi sangat cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Dalam hitungan menit, rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bersama keluarga berubah menjadi puing-puing.
Di antara warga yang mengalami kerusakan paling parah adalah Fransiska Bero dan Maria Dona Ines. Rumah mereka kini tidak lagi berdiri, hanya menyisakan potongan kayu dan seng yang berserakan di halaman rumah.
Bencana ini tidak hanya merusak tempat tinggal warga, tetapi juga menghantam sumber penghidupan masyarakat. Sejumlah pohon produktif seperti kemiri, pala, dan cengkeh yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga warga dilaporkan tumbang akibat terpaan angin kencang.
Akibat peristiwa tersebut, sebagian warga terpaksa menumpang di rumah keluarga maupun kerabat terdekat sambil menunggu adanya bantuan.
Dengan suara lirih menahan haru, salah satu korban, Maria Dona Ines, mengungkapkan kesedihan yang dialaminya.
“Rumah kami sudah hancur. Kami hanya bisa selamatkan beberapa barang saja. Kami sangat berharap pemerintah bisa datang melihat kondisi kami dan membantu kami yang sedang kesulitan,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Desa Ian Tena maupun Pemerintah Kabupaten Sikka segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan serta memberikan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Saat ini aparat desa bersama masyarakat masih terus melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak serta tanaman pertanian yang terdampak guna memastikan jumlah kerugian yang dialami warga.
Di tengah puing-puing rumah yang roboh dan kebun yang rusak, warga Ian Tena hanya menyimpan satu harapan: adanya uluran tangan yang datang membantu mereka bangkit kembali dari musibah yang merenggut rumah dan sumber kehidupan mereka. **arishalilintar
