Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Umum KONI NTT, Dr. Alfons Theodorus Senin, (,16/3/2026), menanggapi isu dualisme organisasi tinju yang sempat mencuat di daerah.
Menurut Alfons, posisi KONI NTT sangat jelas karena berpedoman pada surat resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat yang menegaskan hanya PERTINA sebagai organisasi tinju yang diakui secara sah.
“Yang pasti begini, PERTINA yang direkomendasikan oleh KONI. Yang diakui KONI hanya PERTINA. Penegasan ini sudah berulang kali disampaikan,” tegas Alfons di Kupang.
Ia menjelaskan bahwa penegasan tersebut merujuk pada Surat KONI Pusat Nomor 141/ORG/II/2026 tertanggal 20 Februari 2026 tentang penegasan organisasi olahraga tinju di Indonesia.
Dalam surat itu disebutkan bahwa organisasi tinju yang menjadi anggota KONI Pusat adalah PP PERTINA dengan Ketua Umum Hillary Brigitta Lasut.
Selain itu, KONI Pusat juga menginstruksikan seluruh KONI provinsi di Indonesia agar tidak memfasilitasi kegiatan tinju yang diselenggarakan oleh organisasi di luar PERTINA.
“Kami berpedoman pada surat tersebut. Artinya jelas, yang diakui hanya PERTINA,” ujar Alfons.
Sementara itu Ketua PERTINA NTT, Dr. Semuel Haning, menegaskan pihaknya siap menjalankan amanah untuk meraih prestasi pada PON XXII tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, cabang olahraga tinju menjadi salah satu cabang yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas bagi daerah.
“Standar minimal tentu emas. PERTINA siap mengamankan amanah ini,” ujar Semuel.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus pusat dan daerah yang terus memperkuat organisasi serta pembinaan atlet menjelang pesta olahraga nasional tersebut.
Sekretaris Umum KONI NTT Alfons Theodorus menambahkan bahwa pihaknya telah menyusun strategi jangka panjang untuk menghadapi PON 2028.
Target besar yang sedang dipersiapkan adalah perolehan 37 medali emas dari berbagai cabang olahraga.
Menurut Alfons, strategi tersebut akan dimulai dengan proses penjaringan dan pembinaan atlet sejak tahun 2026, dilanjutkan dengan peningkatan intensitas latihan serta uji tanding.
“Kita sedang menyusun skenario besar menuju target 37 emas. Persiapan dimulai dari sekarang, kemudian 2027 menjadi fase peningkatan, dan puncaknya pada 2028,” jelasnya.
Ia juga menyebut sejumlah cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali seperti angkat berat, barongsai, binaraga, serta tinju yang berada di bawah naungan PERTINA.
KONI NTT berharap seluruh cabang olahraga dapat mengikuti program persiapan, termasuk kejuaraan pra-PON maupun try out sebagai bagian dari pematangan atlet.
“Target ini realistis jika semua cabang olahraga bekerja maksimal dan mengikuti skenario pembinaan yang sudah disiapkan,” pungkas Alfons. **go
