SIKKA, Mutiara -Timur.com — Warga Dusun Kolit, Desa Ojang, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu dan kayu untuk menghubungkan Dusun Kolit dengan Dusun Lewomudat, Desa Waipaar. Jembatan sederhana itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat agar aktivitas warga, terutama anak-anak yang hendak bersekolah, tetap dapat berjalan.
Wakil Ketua BPD Desa Ojang, Wilibordus Burak, saat ditemui wartawan Mutiara Timur di kediamannya di Dusun Kolit, menjelaskan bahwa jembatan darurat tersebut dibuat karena hingga kini belum ada jembatan permanen yang menghubungkan kedua wilayah.
Menurutnya, kali yang memisahkan Dusun Kolit dan Dusun Lewomudat memiliki lebar sekitar 20 meter. Pada musim hujan, debit air sering meningkat dan membuat warga tidak dapat menyeberang.
“Karena tidak ada jembatan permanen, masyarakat akhirnya berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu dan kayu supaya warga tetap bisa lewat,” ujar Wilibordus.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut kini menjadi satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat dari kedua dusun. Bahkan setiap hari anak-anak dari Dusun Lewomudat harus melintasi jembatan darurat tersebut untuk bersekolah di SDN Kolit.
“Kalau air kali naik, anak-anak tidak bisa sekolah. Karena itu masyarakat bergotong royong membuat jembatan sederhana ini agar aktivitas tetap berjalan,” katanya.
Meski sangat membantu mobilitas warga, Wilibordus mengakui kondisi jembatan darurat tersebut sangat terbatas dan memiliki risiko tinggi, terutama saat arus air meningkat.
Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Sikka dapat segera membangun jembatan permanen agar akses masyarakat menjadi lebih aman dan layak.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi ini. Jembatan permanen sangat dibutuhkan karena ini menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Menurut warga, jembatan darurat itu hanya bersifat sementara karena bahan bambu dan kayu mudah rusak, terutama saat diterjang arus air pada musim hujan. Karena itu, perhatian pemerintah dinilai sangat dibutuhkan agar persoalan akses dasar masyarakat dapat segera teratasi. **arishalilintar
