KOTA KUPANG – Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Wali Kota Kupang dr. Christ Widodo bersama Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Akmal Malik dari Kementerian Dalam Negeri melakukan penanaman anakan tanaman produktif sebelum menghadiri buka puasa bersama di Masjid Al-Ikhlas Bonipoi.
Kegiatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat berdoa, tetapi juga sebagai pusat penggerak sosial dan ekonomi umat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menekankan bahwa puasa mengajarkan nilai pengendalian diri, empati, dan kepedulian sosial. Karena itu, gerakan menanam tanaman produktif di lingkungan rumah ibadah menjadi langkah konkret menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempererat kebersamaan lintas agama.
“Hari ini kita menunjukkan bahwa gereja dan masjid bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Kita menanam bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” ujarnya.
Dirjen Polpum Akmal Malik menambahkan, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi, termasuk kebijakan efisiensi anggaran dari pusat.
“Kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama. Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk rumah ibadah,” tegasnya.
Penanaman anakan tanaman produktif tersebut menjadi simbol persaudaraan, gotong royong, dan komitmen membangun kemandirian pangan dari Kota Kupang untuk Indonesia. **(go)

